Pengukuran Kebulatan, Konsentrisitas, Dan Ketegaklurusan

2.1 Jenis Jenis Pengukuran  Pengukuran langsung Pengukuran langsung adalah proses pengukuran dengan menggunakan alat ukur langsung dan hasil pengukurannya dapat langsung terbaca. Gambar Pengukuran Langsung Sumber : adiputrasimanjuntak.blogspot.com  Pengukuran tidak langsung Pengukuran tidak langsung adalah pengukuran yang dilaksanakan dengan memakai beberapa jenis alat ukur pembanding, standar, dan alat ukur bantu. Gambar Pengukuran Tidak Langsung Sumber : adiputrasimanjuntak.blogspot.com  Pengukuran dengan kaliber batas Pengukuran dengan kaliber batas adalah proses pemeriksaan untuk memastikan apakah obyek ukur memiliki harga yang terletak di dalam atau di luar daerah toleransi ukuran, bentuk, dan/atau posisi. Gambar Pengukuran Dengan Kaliber Batas Sumber : adiputrasimanjuntak.blogspot.com  Pengukuran dengan bentuk acuan Pengukuran dengan bentuk acuan adalah pengukuran dengan cara membandingkan dengan suatu bentuk acuan yang ditetapkan pada layar alat ukur proyeksi. Gambar Pengukuran Dengan Bentuk Acuan Sumber : adiputrasimanjuntak.blogspot.com  Pengukuran geometri khusus Pengukuran geometri khusus adalah pengukuran yang dilakukan hanyauntuk satu jenis geometri tertentu saja, seperti : kebulatan silinder, pitch ulir, pitch roda gigi, dan lain-lain. Gambar Pengukuran Geometri Khusus Sumber : adiputrasimanjuntak.blogspot.com  Pengukuran dengan mesin ukur koordinat Pengukuran dengan mesin ukur koordinat adalah alat ukur geometri modern dengan memanfaatkan komputer untuk mengontrol gerakan sensor relatif terhadap benda ukur untuk menganalisis data pengukuran. Gambar Pengukuran dengan Mesin Ukur Koordinat Simber : library.binus.ac.id 2.2 Bulat dan Kebulatan Bulat adalah penampang lingkaran dengan jari jari yang sama dari titik pusat ke bagian luar lingkaran. Kebulatan adalah untuk mengetahui seberapa jauh suatu bendaapabila diukur benda itu mendekati harga bulat. 2.3 Konsentrisitas dan Kekonsentrisitasan Konsentrisitas adalah dua buah lingkaran yang memiliki titik pusat yang sama. Kekonsentrisitasn adalah untuk mengetahui seberapa jauh suatu benda apabila diukur benda itu mendekati harga konsentris. 2.4 Tegak lurus dan Ketegaklurusan Tegak lurus adalah 2 garis yang saling berpotangan yang membentuk sudut siku siku Ketegaklurusan adalah untuk mengetahui seberapa jauh suatu benda apabila diukur benda itu mendekati harga yang tegak lurus. 2.5 Persyaratan Pengukuran Kebulatan Persyaratan Pengukuran KebulatanKebulatan dan diameter adalah dua karakter geometris yang berbeda, meskipundemikian keduanya saling berkaitan, ketidak bulatan akan mempengaruhi hasilpengukuran diameter, sebaliknya pengukuran diameter tidak selalu akan menunjukkanketidak bulatan. Sebagai contoh, penampang-penampang poros dengan dua tonjolanberaturan (ellips) akan dapat diketahui kebulatannya bila diukur dengan sensor denganposisi bertolak belakang (180), misalnya dengan mikrometer. Akan tetapi mikrometertidak dapat menunjukkan ketidakbulatan bila digunakan untuk mengukur penampangporos dengan jumlah tonjolan beraturan ganjil (3, 5, 7 dan sebagainya). Tonjolan ganjildengan jumlah dibawah 10 tidak dapat dilakukan pengukuran dengan dial indicator,karena akan mempengaruhi dari jarak ukur dari titik pusat dan juga ada beberapa bagiantidak dapat disentuh oleh jarum pengukur dial indicator.Pengukuran kebulatan dari poros tersebut adalah dengan cara meletakkan padablok V dan kemudian memutarnya dengan menempelkan sensor jam ukur di atasnya, halini merupakan cara klasik untuk mengetahui kebulatan. Bila penampang poros berbentuk ellips maka jarum ukur tidak dapat menunjukkan penyimpangan yang berarti. Hal inimenunjukkan bahwa sewaktu benda ukur diputar di atas blok V terjadi perpindahan pusat benda ukur, sehingga jarak perpindahan sensor jam ukur akan dipengaruhinya. 2.6 Alat Ukur Kebulatan Mesin RA-114 merupakan mesin yang cukup canggih dengan sistem pengaturan komputer didalamnya, perbedaan yang mendasar antara mesin RA-114 dengan metoda pengukuran kebulatan dengan menggunakan V blok (60°) dan jam ukur tidak selalu menunjukkan adanya ketidakbulatan bergantung pada bentuk profil kebulatan poros yang diukur. 2.7 Jelaskan Skema Prinsip Kerja Alat Ukur Kebulatan Prinsip dan persyaratan pengukuran kebulatan diterapkan pada alat ukur kebulatan RA-114 Roundtest. Berdasarkan putaran, maka alat ukur kebulatan ini termasuk jenis meja putar yang digerakkan dengan bantalan udara. Spesifikasi RA-114 sebagai berikut: - Merk : Mitutoyo - Jenis : Roundness tester - Meja putar : 6 rpm - Sensor : Tungsten Carbide - Jumlah sensor : 1 buah - Benda Kerja : Diameter maks 320 mm berat maks 10 kg - Daya Kompresor : Input 33 W Tekanan 0,39 Mpa Mesin RA-113 ini dirancang hanya untuk benda ukur berdimensi terbatas, oleh sebab itu mesin ini mempunyai keterbatasn kemampuan. Komputer mesin ini tidak mempunyai hardisk yang dapat menyimpan data. 2.8 Lingkaran Referensi dan Parameter Kebulatan 1. Least Squeares Circles (LSC) Adalah metoda yang paling umum digunakan. Luas daerah yang tertutup oleh profil sama dengan luas daerah yang berada pada luar. 2. Minimum Circumsribed Circle (MCC) Adalah metoda yang digunakan untuk menghitung lingkaran standar dengan jari jari minimum yang menutupi profile data. 3. Minimum Inscribed Circle (MIC) Metoda ini menghitung lingkaran standar dengan jari jari maksimum yang ditutupi oleh profile data. 4. Minimum Zone Circle (MZC) Metoda ini menghitung dua lingkaran konsentrik yang menutupi profile data seperti pemisah arah minimum. 2.9 Kegunaan Tombol Tombol Pada Alat Ukur Kebulatan MEASURE - START : Memulai - STOP : Berhenti SCREEN - CENTERING : Mengatur kesejajaran sumbu - CAL : Kalibrasi pengukuran - MEAS : Melakukan perintah pengukuran - RESULT : Untuk melihat hasil pengukuran TABLE - ROTATE/STOP : Perintah meja berputar dan berhenti PRINTER - PRINT : Mencetak hasil pengukuran - FEED : Perintah memajukan kertas ANALYSIS ITEMS - ROUNDNESS : Mengukur kebulatan diameter luar - CONCENTRICITY : Pengukuran kebulatan anatara diameter dalam dengan diameter luar - SQUARENESS AXS : Pengukuran ketegaklurusan

Komentar