PENGARUH KEKENTALAN COATING TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DARI HASIL LOGAM CORAN
Oleh : Muhammad Fahmi F
Dari : ITENAS
Pengecoran Logam
Pengecoran
atau penuangan (casting) merupakan
salah satu proses pembentukan bahan baku/bahan benda kerja yang relative mahal
dimana pengendalian kualitas benda kerja dimulai sejak bahan masih dalam
keadaan mentah. Komposisi unsur serta kadarnya dianalisis agar diperoleh suatu
sifat bahan sesuai dengan kebutuhan sifat produk yang direncanakan namun dengan
komposisi yang homogen serta larut dalam keadaan padat.
Sebagaimana
ditemukan dalam artifacts kuno menunjukkan bukti keterampilan yang luar biasa
dalam pembentukan benda dari bahan logam dengan menuangkan logam yang telah
dicairkan (molten metals) kedalam cetakan pasir khusus menjadi bentuk tertentu.
Pengecoran
dengan menggunakan cetakan pasir juga merupakan teknologi yang menuangkan
larutan cair dari logam secara hati-hati kedalam cetakan pasir yang sudah
dipersiapkan dengan hasil yang mendekati sempurna. Oleh karena itulah proses
pembentukan melalui teknik penuangan ini juga digunakan pada level
kebangsawanan seperti pembuatan benda-benda seni sepertiornament alam dan alat
memasak dan lain-lain.
Pasir
Cetak
Kedalam cetakan pasir (sand casting), secara sederhana cetakan
pasir ini dapat diartikan sebagai rongga hasil pembentukan dengan cara mengikis
berbagai bentuk benda pada bongkahan dari pasir yang kemudian rongga tersebut
diisi dengan logam yang telah dicairkan melalui pemanasan (molten metals).
Cetakan pasir untuk pembentukan benda tuangan melalui pengecoran
harus dibuat dan dikerjakan sedemikian rupa dengan bagian- bagian yang lengkap
sesuai dengan bentuk benda kerja sehingga diperoleh bentuk yang sempurna sesuai
dengan yang kita kehendaki. Bagian-bagian dari cetakan pasir ini antara lain
meliputi:
a)
Pola, mal atau model (pattern),
yaitu sebuah bentuk dan ukuran benda yang sama dengan bentuk asli benda
yang dikehendaki, pola ini dapat dibuat dari kayu atau plastik yang nantinya
akan dibentuk pada cetakan pasir dalam bentuk rongga atau yang disebut mold jika
model ini dikeluarkan yang kedalamnya akan dituangkan logam cair.
b)
Inti (core), inti
ini merupakan bagian khusus untuk yang berfungsi sebagai bingkai untuk
melindungi struktur model yang akan dibentuk, dengan demikian keadaan ketebalan
dinding, lubang dan bentuk-bentuk khusus dari benda tuangan (casting) tidak
akan terjadi perubahan.
c)
Cope, yaitu setangah bagian dari bagian atas dari cetakan pasir.
d)
Drag, yakni setengah bagian bawah dari cetakan pasir tersebut.
e)
Gate ialah lubang terbuka dimana dituangkannya logam cair kedalam
cetakan diatara core dan drag
f)
Riser ialah lubang pengeluaran yang disediakan untuk mengalirnya sisa
lelehan logam cair dari dalam cetakan serta sedikit reserve larutan logam cair.
Coating
Coating merupakan suatu proses pelapisan yang diterapkan pada
suatu benda. Tujuannya untuk melindungi permukaan cetakan pasir dari logam cair
agar pasir tidak terkikis. Selain itu, coating
juga berfungsi untuk memperkuat ikatan pasir sehingga tidak mudah tererosi.
Permukaan cetakan pasir yang tersimpan lama sebelum dicor akan segera mengering
dan kehilangan binderabilitinya(mampu ikat). Dengan adanya coating, permukaan akan tetap terjaga binderabilitinya.
Jenis-jenis Coating
Graphite
based coating itu coatingnya
berwarna hitam yang digunakan untuk pengecoran besi cor. Besi cor ini adalah
paduan baja karbon (cast iron) dengan
kandungan C dan Si yang tinggi. Coating
ini berfungsi untuk mencegah kontak langsung antara cetakan dan logam cair.
Magnesit
(MgO)
based coating itu berwarna merah atau
krem digunakan pada pengecoran baja Mn yang tinggi. Coating ini berfungsi sebagai lapisan refactory.
Zircon
(ZrO)
based coating itu berwarna biru
digunakan pada pengecoran baja paduan rendah dan paduan Cr. Coating ini befungsi sebagai lapisan refactory.
Metode
Coating
Pada umumnya, metode
dari coating ini ada 3 macam,
diantaranya adalah :
1.
Pencelupan (Dipping)
Metode ini dilakukan dengan cara merendam
inti dalam lapisan cair (coating).
Metode ini adalah metode tercepat yang digunakan oleh mayoritas pengecoran
produksi yang tinggi. Inti dicelupkan secara manual atau mekanis dan ketika
dikeluarkan dari tempat coating
itu harus dibiarkan mengalir untuk
membuang coating yang berlebih.
Keberhasilan operasi tergantung pada konsistensi coating dan reologi propertinya. Kegagalan untuk melakukan hal ini
akan mempengaruhi keakuratan dimensi yang dihasilkan dari pengecoran tersebut.
2.
Pengkoasan (Brushing)
Metode ini adalah metode yang sederhana yang
dapat diterapkan untuk coating.
Metode brushing ini digunakan untuk coating pada bagian tertentu saja.
Misalnya pada inti dari cetakannya saja.
3.
Penyemprotan (Spraying)
Metode ini adalah metode yang jauh lebih
cepat daripada metode brushing. Hal
ini paling baik digunakan pada cetakan dan inti yang memiliki bentuk yang
sederhana. Umumnya, metode penyemprotan ini memiliki viskositas yang jauh lebih
rendah dibandingkan dengan metode brushing
dan dipping. Jadi cara kerjanya
itu, coating dimasukkan kepada pistol
penyemprot. Kemudian disemporkan pada permukaan cetakan atau inti yang akan dicoating.
Langkah-langkah untuk melakukan coating
Menentukan Jenis Coating yang Digunakan
Menentukan Jenis Coating yang Digunakan
Coating yang akan di
jadikan untuk pengujian ini yaitu coating
Zircon (ZrO) based coating.
Menentukan
Metode yang Dilakukan
Metode yang dilakukan untuk mengcoating cetakan adalah metode brushing (mengkoas).
Menentukan
Berat Coating
Berat coating yang dijadikan untuk
pengujian yaitu 2 kg.
Menentukan
Volume Dari Methanol
Volume dari methanol itu bervariasi yaitu
:
-
400 ml
-
600 ml
-
800 ml
-
1000 ml
-
1200 ml
-
1400 ml
Melakukan
Campuran Coating dengan Methanol
Mencampur coating dengan methanol dalam
suatu wadah. Kemudian mengaduknya. Setelah tercampur, coating
tersebut dimasukkan kedalam gelas ukur kemudian diukur kekentalannya
menggunakan alat ukur Baume. Apabila coating itu mempunyai viskositas yang
tinggi, maka alat ukur yang telah dicelupkan itu akan naik. Sehingga kekentalan
yang didapat akan besar. Sebaliknya, apabila coating itu memiliki viskositas yang rendah, maka alat ukur itu
tidak akan naik. Sehingga kekentalan yang didapat akan kecil.
Mendapatkan
Hasil Kekentalan Coating
Setelah diukur oleh alat ukur baume, hasilnya akan dapat dibaca pada
alat ukur tersebut. Dari variasi volume methanol
dan berat coating sebesar 2 kg,
berikut data yang tabel data yang didapat pada pengujian ini.
Pengujian Kekentalan Coating
|
|||
Hasil Pengujian
|
|||
Methanol (ml)
|
Coating (kg)
|
Kekentalan (°Baume)
|
|
400
|
2
|
55
|
|
600
|
2
|
50
|
|
800
|
2
|
45
|
|
1000
|
2
|
40
|
|
1200
|
2
|
35
|
|
1400
|
2
|
30
|
|
Dari tabel diatas, yang digunakan untuk
dioleskan kepada cetakan adalah kekentalan 30°Baume, 40°Baume, dan cetakan tanpa dicoating. Sedangkan kekentalan yang 55°Baume, 50°Baume, 45°Baume itu tidak memenuhi kriteria
dari perusahaannya karena terlalu kental.
Mengoleskan
Kepada Cetakan
Setelah didapat hasil dari kekentalannya,
kemudian dioleskan ke cetakan menggunakan koas. Yang dioleskan coating itu hanya permukaan dari cetakannya.
Setelah dioleskan coating, kemudian
cetakan tersebut dibakar menggunakan korek api gas langsung tanpa didiamkan
terlebih dahulu.
Penuangan
Logam Cair Kedalam Cetakan
Logam cair yang telah dileburkan,
dituangkan kedalam cetakan yang telah diberi coating.
Mengeluarkan
Logam Dari Cetakan
Setalah cetakan dingin, kemudian logam
yang ada didalam cetakan dikeluarkan.
Proses
Shoot Blasting
Pada logam hasil coran, terdapat kerak –
kerak pasir yang masih menempel di logam tersebut. Untuk menghilangkannya itu
dengan cara menggunakan mesin shoot
blasting selama 10 menit.
Menganalisis
Pengaruh Coating Pada Cetakan Terhadap Logam Hasil Coran
Setelah proses shoot blasting selesai, akan terlihat permukaan yang tidak rata dan
kasar. Selain dilihat, untuk memastikan adanya pengaruh dari coating itu harus merabanya dan membandingkan dengan logam yang lain.
Pada logam hasil coran dengan kekentalan coating 30°Baume, untuk
nilai kekasarannya yaitu 25 μm. Logam
hasil coran dengan kekentalan 40°Baume, untuk
nilai kekasarannya yaitu 12.5 μm. Lalu logam hasil coran yang tanpa dioating terlebih dahulu untuk nilai kekasarannya yaitu 50 μm.
Komentar
Posting Komentar