Mistar Ingsut Nonius Dan Mistar Ingsut Jam Dial

2.1. Alat Ukur yang Digunakan - Mistar ingsut nonius berfungsi untuk mengukur benda ukur dengan kecermatan 0,05 mm. - Mistar ingsut jam dial berfungsi untuk mengukur benda ukur dengan kecermatan 0,05 mm dengan ditambah jam ukur untuk memudahkan pembaca dalam membacac hasil dari pengukuran. - Block ukur berfungsi untuk kalibrasi penunjuk mistar ingsut. - Meja rata berfungsi sebagai tempat dilakukannya pengukuran. 2.2. Jenis – Jenis Mistar Ingsut - Mistar ingsut tak sebidang Berfungsi untuk mengukur jarak antara dua permukaan yang bertingkat. - Mistar ingsut jarak senter Berfungsi untuk mengukur jarak antara senter lubang dan untuk mengukur jarak dari senter ke tepi. - Mistar ingsut diameter alur dalam Berfungsi untuk mengukur alur di dalam silinder, diameter silinder minimum 30 mm. - Mistar ingsut pipa Berfungsi untuk mengukur tebal dinding pipa dan tebal pelat yang melengkung. - Mistar ingsut posisi dan lebar alur Gambar Mistar Ingsut Posisi dan Lebar Alur Sumber : adiputrasimanjuntak.blogspot.com Berfungsi untuk mengukur lebar alur dan posisi alur terhadap tepi atau alur lain. 2.3. Cara Kalibrasi Mistar Ingsut Cara mengkalibrasi mistar ingsut yang umum dan sederhana dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Periksa rahang ukur gerak (peluncur) dapat meluncur dengan baik pada batang ukur tanpa adanya goyangan. Pemeriksaan ini merupakan tahap paling rendah dari proses kalibrasi, sangant mudah sehingga dapat dilakukan setiap akan menggunakan alat ukur atau mistar ukur tersebut. 2. Periksa kedudukan nol dengan cara merapatkan kedua sensor, pada saat kedua sensor dirapatkan lihat pada skala apakah menunjukkan harga nol. Jika nol berarti mistar ukur masih baik, jika tidak nol cata angka tersebut sebagai koreksi pada hasil pengukuran nantinya. Cara ini sekaligus mengecek kesejajaran kedua sensor yaitu apabila kedua ujung sensor tidak saling berhimpit berarti tidak sejajar. Pemeriksaan ini dapat dilakukan setiap kali akan melakukan pengukuran. 3. Periksa kelurusan sensor menggunakan pisau lurus/knife edge dengan cara menempelkan permukaan sensor dengan permukaan pisau rata. Permukaan sensor yang menempel pada permukaan pisau rata tersebut diletakkan diantara mata dan sumber cahaya. Seandainya ada sinar yang menembus pertemuan kedua permukaan ini berarti sensor telah cacat. Jika sensor masih lurus tidak akan ada sinar yang menembus pertemuan kedua permukaan tersebut. Hal ini dilakukan terhadap kedua sensor mistar ingsut. 4. Periksa kebenaran skala mistar ingsut, pengecekkan akan kebenaran skala mistar ingsut dapat dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran menggunakanmistar ingsut dengan alat ukur lain yang mempunyai kecermatan yang lebih tinggi. Misalkan mikrometer atau dengan blok ukur. Pada percobaan ini kalibrasi penunjuk mistar ingsut menggunakan blok ukur. Caranya ukur besar ukuran blok ukur menggunakan mistar ingsut catat selisih harga yang ditunjukkan oleh mistar ingsut dengan harga yang tertera pada blok ukur. Lakukan hal ini untuk beberapa blok ukur dengan kenaikkan nilai blok ukur 5 mm dan 1 mm. 5. Lakukan pemeriksaan pada ketiga sensor yaitu sensor luar, dalam dan sensor kedalaman. 2.4. Definisi - Kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukkan alat ukur dan bahan ukur dengan cara membandingkan terhadap standar ukur yang mampu telusur (traceable) ke standar nasional maupun internasional untuk satuan ukuran dan/atau internasional dan bahan-bahan acuan tersertifikasi. - Kesalahan paralaks adalah kelasah yang di buat ketika si pembaca melihat hasil pengukuran pada skala. - Kecermatan adalah skala terkecil yang dapat dibaca oleh alat ukur. - Ketepatan adalah pengukuran yang dilakukan dengan cara membandingkan harga hasil pengukurang dengan harga sebenarnya. - Ketelitian adalah pengukurang yang dilakukan dengan cara berulang untuk mendapatkan hasil yang akurat. - Setting nol adalah Kemampuan alat ukur untuk menunjukkan posisi nol. - Repeatability adalah kemampuan proses pengukuran untuk menunjukkan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang – ulang dan identik. - Readability adalah menunjukkan seberapa teliti skala suatu instrument bisa dibaca. 2.5. Konstruksi Umum Alat Ukur - Sensor yaitu bagian alat ukur yang menghubungkan alat ukur dengan objek ukur. Terdiri dari sensor mekanik, sensor optik, dan sensor pneumatic. - Pengubah yaitu bagian alat ukut yang berfungsi mengubah sinyal yang dirasakan oleh sensor menjadi besaran yang terukur. Terdiri dari pengubah mekanik, pengubah opto mekanik, pengubah elektrik, pengubah opto elektrik, pengubah pneumatik dan pengubah optik. - Penunjuk yaitu bagian alat ukur yang berfungsi menunjukkan harga pengukuran. Terdiri dari penunjuk berskala, dan penunjuk digital.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengukuran Kebulatan, Konsentrisitas, Dan Ketegaklurusan