Modifikasi Mata Pisau Mesin Penepung Rumput Laut
ABSTRAK
Karagenan
adalah senyawa hidrokoloid yang diekstrasi dari rumput laut merah jenis euchema
cottoni.Rumput laut yang sudah dialkalisasi (ATC) memiliki tekstur yang sangat
keras dan ulet.Sebelumnya mesin penepung rumput laut ini telah dirancang dan
dibuat namun masih memiliki kekurangan yakni ukuran tepung yang masih belum
sesuai dengan harapan, guna memperbaiki kekurangan tersebut akan dilakukan
modifikasi mata pisau mesin penepung rumput laut (ATC) dengan perhitungan
mekanikal dan analisis kekuatan menggunakan Software SolidWorksdengan harapan
akan menghasikan kekasaran tepung adalah 0,5 – 0,6 mm dan safety factor >
1.Adapun spesifikasi mesin hasil modifikasi
rancangan yaitu daya yang digunakan berasal dari motor listrik dengan
daya 0,5 Hp, transmisi puli dan sabuk dengan perbandingan putaran 2 : 1, dengan
dimensi tinggi pisau gerak = 45 mm, tinggi pisau diam = 65 mm, tinggi kerucut t
= 10 mm, sudut pisau α = 75̊, safety factor = 13,26, jumlah mata pisau = 112
buah, sudut mata pisau = 45̊serta dokumentasi gambar 2D dan 3D. Lalu dari
rancangan modifikasi tersebut nantinya akan diproduksi dan digunakan untuk
membuat serbuk rumput laut yang akan diekstraksi menjadi karagenan.
Kata Kunci :Karagenan, modifikasi mesin penepung, ATC, software SolidWorks.
ABSTRACT
Carrageenan
is a hydrocolloid compounds which extracted from red seaweed types euchema
cottoni. Seaweeds are already to alkalitation (ATC) has a texture that is very
hard and tenacious,.Previouslythis Seaweed flouring machine has been designed
and created but still lack of the size of the flour is still not in accordance
with expectations, in order to fix the lackness will be conducted blades
modification by mechanical calculation and strength analytic by Solidworks
software with hope yield roughness is 0,5 to 0,6 mm and safety factor > 1.
The specifications of the modified design which ispower came from the electric
motor with power 0,5 Hp, with transmission by pulley & beltwith rotating
ratio 2 : 1, a high blade dimensional rotor blade = 45 mm, stator blade = 65
mm, height of the cone t = 10 mm, blade angle α = 75̊ , safety factor = 13,26, amount of blade = 112 pieces, edge blade angle
= 45̊ and documentation 2D and 3D images. Then the modification of design will
be produced and used to make seaweed powder will be extracted into carrageenan.
Key
Word :Carrageenan, Modification blade of
flouring machine, ATC, SolidWorks software.
1. PENDAHULUAN
Karagenan
adalah senyawa hidrokoloid yang diekstrasi dari rumput laut merah jenis euchema cottoni. Karagenan dapat digunakan
untuk meningkatkan kestabilan bahan pangan yang berbentuk suspensi (disperse padatan dalam cairan), emulsi (disperse gas dalam cairan). Selain itu
dapat digunakan sebagai bahan penstabil karena mengandung gugus sulfat yang
bermuatan negatif disepanjang rantai polimer dan bersifat hidrofilik yang dapat
mengikat air atau gugus hidroksil lainnya. Karena sifatnya yang hidrofilik maka
penambahan karagenan dalam produk emulsi akan meningkatkan viskositas fase
kontinyu sehingga emulsi menjadi stabil.
Dalam
proses pengolahan rumput laut menjadi karagenan mempunyai serangkaian langkah –
langkah yang harus dilakukan, antara lain adalah proses alkalisasi dan
pengeringan dengan hasil yang didapat adalah
ATC (Alkali Treated Cottoni).
ATC akan dicacah menjadi ukuran yang lebih kecil lalu dilakukan proses
penepungan agar mudah diekstraksi menjadi karagenan.
Pada
saat mesin penepung rumput laut tersebut telah dirancang dan dibuat, namun
masih memiliki kekurangan yakni belum mampu memenuhi kriteria kekasaran tepung
yang diinginkan yakni antara 0,5 – 0,6 mm. Maka dalam penelitian ini akan
dimodifikasi kembali rancangan mata pisau mesin penepung rumput laut guna
memperbaiki kekurangan tersebut dengan harapan mampu memenuhi kriteria
kekasaran tepung yang diinginkan.
2. METODA
PENELITIAN
|
Mulai
|
|
Studi literatur
|
|
Jenis mekanisme
mata pisau yang akan dipakai
|
|
Membuat target
spesifikasi rancangan modifikasi mata pisau mesin penepung rumput laut
|
|
Gambar 1. Diagram Alir
Modifikasi Rancangan
|
|
Membuat konsep
keseluruhan mata pisau mesin penepung rumput laut
|
|
Mewujudkan konsep
perancangan melalui perhitungan mekanik dan analisis software
|
|
Safety Factor> 1
|
|
Gambar teknik 2D
dan 3D
|
|
A
|
|
A
|
|
TIDAK
|
|
YA
|
|
Selesai
|
3.
RANCANGAN MODIFIKASI MATA PISAU
MESIN PENEPUNG RUMPUT LAUT
3.1 Karakteristik Rumput Laut
Rumput laut yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis Eucheuma cottoni dengan kadar air sesuai
dengan standar mutu yaitu sekitar 35%. Karena yang akan diambil dari rumput
laut adalah senyawa karagenan yang banyak digunakan untuk pengolahan karagenan maka
bahan baku rumput laut yang digunakan harus memenuhi syarat berwarna putih,
bersih, dan tidak berbau amis.
Rumput laut tersebut lalu diolah dengan cara dialkalisasi dengan
larutan KOH lalu dikeringkan sampai kadar air berkisar 10 – 12 %. Hasil pengeringan
dari alkalisasi adalah ATC (Alkali
Treated Cottoni), dimana ATC ini adalah sebagai bahan untuk proses
penepungan pada penelitian ini.
3.2 Mekanisme Mesin Penepung Yang Digunakan
Prinsip kerja mesin disk mill ini
yaitu bahan baku yang telah dicacah kecil dimasukkan kedalam mesin dan bahan
baku yang sudah masuk kedalam mesin lalu dihaluskan menjadi tepung menggunakan
prinsip gesekan antara pisau dinamik dan pisau statik.Cara kerja mesin ini
terdiri dari motor listrik yang dihubungkan ke puli dan menggerakkan poros
penggerak yang kemudian menggerakkan pisau sehingga dapat menghaluskan bahan
baku, lalu hasil bahan baku yang telah dihaluskan keluar melalui mesh.Tipe disk mill ini dipilih karena mampu menghaluskan bahan baku hingga
ukuran kekasaran 0,4 mm sedangkan tipe hammer
mill hanya mampu menghaluskan bahan dengan ukuran kekasaran 1 – 2 mm.
Berikut ini pada Gambar 2mesin penepung rumput laut yang sudah
dirancang dan dibuat sebelumnya :
|
Daya motor
|
0,5 Hp
|
|
Dimensi mesin :
·
Panjang
·
Lebar
·
Tinggi
·
Kemiringan mesin
|
·
700 mm
·
285 mm
·
550 mm
·
45 o
|
|
Gambar 2.Mesin Penepung
Rumput Laut
|
|
Tabel
1. Spesifikasi Mesin
|
Bentuk mata pisau rancangan sebelumnya pada Gambar 3 :
|
Gambar 3. Mata Pisau
Gerak Dan Diam Sebelum Dimodifikasi
|
|
Tabel
2. Dimensi Pisau Sebelum Dimodifikasi
|
|
Dimensi
Pisau Gerak
·
Diameter luar pisau (Do)
·
Diameter dalam pisau (Di)
·
Tebal pisau (t)
·
Sudut pisau (α)
|
150 mm
75 mm
45 mm
40o
|
|
Jumlah
mata pisau (Zm)
|
30 buah
|
|
Dimensi
Pisau Diam
·
Diameter luar pisau (Do)
·
Diameter dalam pisau (Di)
·
Tebal pisau (t)
·
Sudut pisau (α)
|
150 mm
75 mm
65 mm
40o
|
|
Jumlah
mata pisau (Zm)
|
30 buah
|
3.3 Data Modifikasi Rancangan
Untuk menghasilkan tepung rumput laut (ATC) dilakukan pengujian
terhadap rumput laut. Dimana pengujian ini untuk mendapatkan gaya potong
minimum pada rumput laut, dengan instalasi alat pengujian seperti pada Gambar 4
dilakukan dua kali pengujian yaitu pengujian statis dan pengujian dinamis didapat
hasil gaya potong minimum terbesar dengan nilai 4,425 kg, sehingga Ft=4,425 kg
9,81
m/s2 = 43,4 N.
|
Percobaan
|
Gaya Potong Ft (kg)
|
|
1
|
3,25
|
|
2
|
4,05
|
|
3
|
4,75
|
|
4
|
4,05
|
|
5
|
3,25
|
|
6
|
3,15
|
|
7
|
3,55
|
|
8
|
4,75
|
|
9
|
4,55
|
|
10
|
3,05
|
|
rata-rata
|
3,86
|
|
Percobaan
|
Gaya Potong Ft (kg)
|
Waktu (detik)
|
|
1
|
3,15
|
0,93
|
|
2
|
4,15
|
1,24
|
|
3
|
4,65
|
0,87
|
|
4
|
4,35
|
0,66
|
|
5
|
4,75
|
1,07
|
|
6
|
4,75
|
0,91
|
|
7
|
4,35
|
0,82
|
|
8
|
4,75
|
0,8
|
|
9
|
4,65
|
0,61
|
|
10
|
4,7
|
0,84
|
|
rata-rata
|
4,425
|
0,875
|
|
Gambar 4. Instalasi
Pengujian Gaya Potong Rumput Laut
|
|
Tabel
3. Hasil Pengujian Statis
|
|
Tabel
4. Hasil Pengujian Dinamis
|
3.4
Gaya Potong Per Satuan Luas
Gaya potong persatuan
luas adalah gaya potong terhadap rumput laut padasatu satuan luas :
Dimana :
PL = Gaya potong per satuan luas (N/mm2).
Ft =
Gaya potong rata-rata (N).
A = Luas rumput laut (mm2).
3.5
Torsi Pisau
Untuk menentukan daya minimum motor listrik dibutuhkan torsi pada
pisau, dimana persamaan torsi pada pisau :
Dimana :
ω =
Kecepatan sudut (rad/s).
I = Momen inersia massa benda kerucut terpancung
berlubang (kg.m2).
3.6
Torsi Pemotongan
Torsi pemotongan adalah torsi dengan beban :
T=
.R , Dimana :
=
.A
Sehingga :
T=
.A.R
T= 13,81
N/mm2
. (1 mm)2
. 75 mm
T
=3252
N.mm = 3,525 N.m
Dimana
:
R =
Jarak beban terjauh dari sumbu poros pisau (mm).
3.7
Daya Motor
Daya motor adalah daya minimum yang
dibutuhkan oleh motor listrik agar dapat mentransmisikan torsi dan gaya potong
minimum pisau. Maka :
Dimana :
N =
Daya motor (Watt).
k =
konstanta.
n = Putaran pisau
(rpm).
4.
DATA HASIL MODIFIKASI RANCANGAN
4.1 Mata Pisau Hasil Modifikasi
Hasil modifikasi rancangan mata pisau gerak
dan diam mesin penepung rumput laut dapat dilihat pada Gambar 5 :
|
Gambar 5.Mata Pisau
Gerak Dan Diam Hasil Modifikasi
|
|
Tabel
5. Dimensi Pisau Setelah Dimodifikasi
|
|
Dimensi
Pisau Gerak
·
Diameter luar pisau (Do)
·
Diameter dalam pisau (Di)
·
Tebal pisau (t)
·
Sudut pisau (α)
|
150 mm
75 mm
45 mm
75o
|
|
Jumlah
mata pisau
|
112 buah
|
|
Dimensi
Pisau Diam
·
Diameter luar pisau (Do)
·
Diameter dalam pisau (Di)
·
Tebal pisau (t)
·
Sudut pisau (α)
|
150 mm
75 mm
65 mm
75o
|
|
Jumlah
mata pisau
|
112 buah
|
4.2 Analisis Kekuatan
Analisis kekuatan pada komponen pisau
gerak dengan menggunakan software
SolidWorkdidapat hasil sebagai berikut :
4.2.1
Tegangan
|
Gambar 6. Hasil
Simulasi Tegangan
|
Setelah dilakukan simulasi tegangan
pada Gambar 6 didapat hasil tegangan maksimum pada pisau gerak adalah 16,630
N/mm2 terletak pada lubang baut, karena tumpuan pada pisau gerak
terdapat pada lubang baut. Sedangkan tegangan maksimum yang terjadi pada pisau
gerak sebesar 0,022 N/mm2.
4.2.2
Defleksi
|
Gambar 7. Hasil
Simulasi Defleksi
|
Setelah
dilakukan simulasi hasil defleksi pada Gambar 7 diperoleh defleksi yang maksimum sebesar 0,0011 mm pada terletak
pada pangkal mata pisau yang dikenakan gaya potong rumput laut. Sedangkan defleksi minimum yang didapat sebesar 0 mm.
4.2.3 Safety
Factor
|
Gambar 8. Hasil
Simulasi Safety Factor
|
Hasil faktor keamanan yang maksimum pada
pemodelan Gambar 8 yaitu
sebesar 10240.
Sedangkan faktor keamanan minimum yang didapat sebesar 13,26pada lubang baut karena pada
lubang baut tersebut mengalami tegangan maksimum.
5. KESIMPULAN
1.
Data
Teknis :
|
Parameter
|
Hasil
|
|
Daya motor listrik (N)
|
0,5 Hp
|
|
Putaran motor listrik (n)
|
1400 rpm
|
|
Torsi motor listrik
|
5 N.m
|
|
Mekanisme penggerak
|
Transmisi puli sabuk
|
|
Perbandingan Putaran puli
|
1 : 2
|
|
Material mata pisau
|
Plain Carboon Steel
|
|
Dimensi pisau gerak :
·
Diameter luar pisau (Do)
·
Diameter dalam pisau (Di)
·
Tinggi kerucut pisau (t)
·
Sudut pisau (α)
·
Tinggi pisau gerak
·
Jumlah mata pisau
·
Sudut mata pisau
|
·
150 mm
·
75 mm
·
10 mm
·
75 o
·
45
mm
·
112 buah
·
45 o
|
|
Dimensi pisau diam :
·
Diameter luar pisau (Do)
·
Diameter dalam pisau (Di)
·
Tinggi kerucut pisau (t)
·
Sudut pisau (α)
·
Tinggi pisau diam
·
Jumlah mata pisau
·
Sudut mata pisau
|
·
150 mm
·
75 mm
·
10 mm
·
75 o
·
65
mm
·
112 buah
·
45
o
|
2.
Gaya
potong yang dibutuhkan untuk memotong rumput laut adalah sebesar 43,4 N.
3.
Torsi
total yang dibutuhkan untuk mengoperasikan mesin adalah 4,36 N.m.
4.
Setelah
melakukan proses analisis kekuatan menggunakan Software SolidWorks didapat :
a.
Tegangan maksimum (σmax) dengan nilai 16,630 N/mm2.
b.
Defleksi maksimum (ymax) dengan nilai 0,0011 mm.
c.
Faktor keamanan (FOS) dengan nilai 13,26.
DAFTAR
PUSTAKA
Budynas & Nisbett. 2006. Shigley Mechanical Engineering. USA : McGraw-Hill.
E. P. Popov. 1983. Mekanika Teknik. Jakarta : Erlangga.
Meriam, J.L & Kraige. 1996. Statika. Jakarta : Erlangga.
Sularso & Kyokatsu Suga.Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin.Jakarta : Pradya
Paramita.
Septian. 2016. Pembuatan
Mesin Pencacah Rumput Laut. Institut Teknologi Nasional, Bandung. Tugas
Akhir Program Strata 1 Teknik Mesin.
Wahyu. 2016. Perancangan
dan Analisis Kekuatan Mesin Penepung Rumput Laut. Institut Teknologi
Nasional, Bandung. Tugas Akhir Program Strata 1 Teknik Mesin.
Komentar
Posting Komentar