Pengukuran Sudut Dan Ketinggian
2.1 Alat Ukur yang Digunakan
- Busur bilah (Bevel Protractor)
Untuk pengukuran sudut antara dua permukaan benda ukur dengan kecermatan yang lebih kecil dari satu derajat, maka digunakan busur bilah. Konstruksi busur bilah ini hampir sama seperti busur baja hanya saja dilengkapi dengan bilah dan skala yang mempunyai nonius, sehingga memungkinkan untuk pembacaan hasil pengukuran lebih cermat busur baja.
- Mistar ingsut ketinggian
Mistar ingsut ketinggian adalah jenis mistar ingsut yang berfungsi sebagai pengukur ketinggian. Alat ukur ini dilengkapi dengan rahang ukur yang bergerak vertikal pada batang berskala yang tegak lurus dengan landasannya. Oleh karena itu didalam proses pengukuran diperlukan suatu bidang datar sebahai reverensi yang dalam hal ini meja rata, merupakan satu – satunya alat bantu yang harus di pakai untuk meletakkan mistar ingsut bersama – sama dengan benda ukurnya.
- Meja rata
berfungsi sebagai tempat dilakukannya pengukuran.
3.1. Alat Ukur Linear langsung
Mistar ingsung ketinggian
Mistar ingsut ketinggian adalah jenis mistar ingsut yang berfungsi sebagai pengukur ketinggian. Alat ukur ini dilengkapi dengan rahang ukur yang bergerak vertikal pada batang berskala yang tegak lurus dengan landasannya. Oleh karena itu didalam proses pengukuran diperlukan suatu bidang datar sebahai reverensi yang dalam hal ini meja rata, merupakan satu – satunya alat bantu yang harus di pakai untuk meletakkan mistar ingsut bersama – sama dengan benda ukurnya.
3.1.2 Macam Macam Pengukuran Mistar Ingsut Ketinggian
Mistar Ingsut Pengukur Tinggi Salah satu alat ukur yang prinsip pembacaannya sama dengan mistar ingsut tapi penggunaannya hanya untuk mengukur ketinggian adalah mistar ukur ketinggian (vernier height gauge). Sistem pembacaannya ada yang menggunakan skala vernier (nonius) dan ada juga yang menggunakan jam ukur.
Salah satu bagian dari alat ukur ketinggian ini juga dapat digunakan untuk penggambaran (menggores) pada bagian permukaan benda kerja. Secara keseluruhan alat ukur ini dapat diugankan untuk mengukur tinggi, menggambar garis, membandingkan ketinggian, mengukur kemiringan, mengukur jarak senter lubang (dengan bantuan peraba senter), dan membandingkan kedalaman.
Mistar ingsut mempunyai banyak macam bentuk yang disesuaikan dengan kondisi dari benda yang akan diukur. Walaupun banyak macam bentuk akan tetapi cara pembacaannya mempunyai prinsip yang sama. Perbedaan bentuk ini hanya pada konstruksi dari rahang ukurnya saja. Oleh karena itu, bila menjumpai mistar ingsut yang konstruksinya agak berbeda dengan yang dipakai sehari-hari tidak perlu ragu dalam memakainya karena prinsip pembacaan skalanya adalah sama.
Mistar ingsut digital elektronik dibuat oleh Perusahaan Starret. Alat ukur ini mempunyai kemampuan jarak linier sepanjang 0 sampai 6 inchi (0 sampai 150 mm). Bekerja secara elektronik dan hasi pengukuran secara cepat dan mudah untuk dibaca karena adanya sistem pencatat digital. Data pengukuran bisa langsung dihubungkan ke komputer dan printer untuk dianalisis lebih lanjut. Jenis komputer yang khusus ini dibuat oleh Stareet dengan nomor produksi Starret 720 QC Computer.
3.1.3 Bagian Bagian Utama Mistar Ingsut Ketinggian
3.2 Alat Ukur Sudut
Berdasarkan klasifikasi alat ukur sudut dibagi menjadi dua bagian yaitu alat ukur sudut langsung dan alat ukur sudut tak langsung.
3.2.1 Busur Baja
Busur baja merupakan alat ukur sudut yang hasil pengukurannya dapat langsung dibaca pada skala ukurnya. Alat ini memiliki ketelitian sampai 1°.
3.2.2 Busur Bilah
Busur bilah (Bevel Protractor)
Untuk pengukuran sudut antara dua permukaan benda ukur dengan kecermatan yang lebih kecil dari satu derajat, maka digunakan busur bilah. Konstruksi busur bilah ini hampir sama seperti busur baja hanya saja dilengkapi dengan bilah dan skala yang mempunyai nonius, sehingga memungkinkan untuk pembacaan hasil pengukuran lebih cermat busur baja.
3.2.2.1 Bagian Utama Busur Bilah
Bagian – bagian utama pada busur bilah adalah sebagai beriukut :
• Badan atau piringan dasar
Berupa lingkarang penuh dengan diameter sekitar 55 mm. Permukaan bawah piringan dasar ini rata, sehingga busur bilah dapat diletakan pada meja rata dengan baik tak bergoyang. Pada tepi permukaan atas terdapat skala dengan pembagian dalam derajat dan diberi nomor dari 00 – 900 – 00 – 900 (skala kiri dan kanan),
• Pelat dasar
Menyatu dengan piringan dasar. Panjang, lebar dan tebal pelat dasar sekitar 90 x 15 x 7 mm. Sisi kerja pelat dasar dibuat rata dan lurus, dengan toleransi kerataan 0.01 mm untuk sepanjang sisi kerja.
• Piringan indeks
Mempunyai titik pusat putaran berimpit dengan pusat piringan dasar. Pada piringan ini tercantum garis indeks dan skala nonius sudut (skala nonius kiri dan kanan), biasanya dengan kecermatan sampai 5 menit. Kadang dilengkapi dengan pemutar halus atau cermat.
• Bilah utama
Dapat diatur kedudukannya dengan kunci yang terletak pada piringan indeks. Panjang, lebar dan tebal dari bilah utama, sekitar 150/300 x 13 x 2 mm, dan kedua ujungnya dibuat menyudut masing – masing sebesar 450 dan 600. Kedua tepi dibuat lurus dengan toleransi kerataan sebesar 0.02 sampai 0.03 mm untuk seluruh panjangnya
Komentar
Posting Komentar