Perancangan Mesin Penghasil Minyak Kelapa
1.1. Latar Belakang
Di era perkembangan jaman semua serba dituntut cepat dan tepat khusus nya dalam bidang industri, oleh karena itu dalam dunia industri dituntut untuk memiliki sumbe daya manusia yang berkualitas tinggi dalam menyeimbangkan kemajuan tekhnologi, seseorang harus memiliki keahlian tertentu dalam bidangnya sendiri agar dapat menempatkan diri dan berguna. Selain itu kemajuan tekhnologi juga sangat berpengaruh terhadap produksi. Semakin majunya tekhnologi maka akan semakin cepat pula laju produksi yang dihasilkan oleh industri itu sendiri. Selain laju produksi yang cepat produksi yang dihasilkan juga memiliki kualitas dan kuantitas yang bagus. Dalam dunia industri seseorang dituntut untuk lebih aktif dan kreatif. Seseorang dituntut untuk mampu memiliki kemampuan terhadap hasil produk untuk di beri inovasi.untuk menghasilkan ataupun membuat alat dan mesin yang baru dirasa memang sulit. Seseorang harus kreatif mampu mempunyai ide dan menuangkan gagasan tersebut.semakin ketatnya persaingan di dunia industri, semua pekerjaan dituntut untuk cepat dan tepat. Salah satunya adalah proses pengolahan minyak galendo. Melihat adanya peluang untuk dibuat sebuah mesin atau alat pengolahan minyak galendo. Perancangan alat atau mesin pengolah minyak galendo ini di khususkan hanya untuk memisah kan minyak yang terkandung dalam galendo dengan cara memanfaatkan putaran dari sebuah mesin untuk mengeluarkan mimyak yang ada pada galendo, pada umumnya pengolahan minyak galendo ini masih manual maka dirancang alat pengolah minyak galendo. Selain untuk mmpermudah dan mempercepat dalam pekerjaan, produksi yang di hasilkan juga lebih banyak. Dalam pembuatan sebuah alat atau mesin ini dibutuhkan pemilihan bahan untuk rangka yang tepat sehingga alat ini ringan dan bisa di pindah-pindahkan dan juga putaran yang cepat untuk dapat menghasilkan minyak yang berjumlah banyak.
1.2. Identifikasi masalah
1. Pembuatan rangka yang kuat dan ringan
2. Pemilihan mesin putar yang sesuai untuk menghasilkan mminyak yang banyak
3. Pembuatan pemisah galendo dan minyak
4. Pembuatan wadah penampung untuk minyak
5. Proses pengujian alat pengolah minyak galendo untuk mengetahui kerja dari alat
1.3. Batasan masalah
Dalam pembuatan produk mesin pengolah minyak galendo maka pada laporan ini difokuskan pada perancangan mesin pengolah minyak pada galendo agar pembahasan dalam penulisan lebih fokus dan mendalam.
1.4. Rumusan masalah Berdasarkan batasan masalah tersebut maka dapat ditarik rumusan masalah,yaitu:
1. Bagaimana desain dan gambar kerja dari mesin pengolah minyak galendo
2. Bagaimana spesifikasi pada mesin pengolah minyak galendo
3. Bagaimana biaya yg dibutuhkan untuk pengerjaan keseluruhan(harga jual)
1.5. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari perancangan mesin pengolah minyak galendo adalah
1. Mendesain alat yang menghasilkan jumlah minyak yang banyak dan efisien tenaga.
2. Merencanakan kontruksi yang ringan agar mudah dipindahkan.
3. Merancang dengan menggunakan metode QFD.
2.1. Pengertian dari Mesin Penghasil Minyak Kelapa Mesin penghasil minyak kelapa adalah sebuah mesin yang beroperasi untuk menghasilkan minyak yang masih terkandung didalamnya. Mesin ini beroperasi untuk menghasilkan minyak tersebut dengan cara diputar. Jadi mesin berputar dengan kecepatan putar yang tinggi, sehingga minyak yang masih ada didalam galendo itu akan keluar.
2.2. Prinsip Kerja Mesin Penghasil Minyak Kelapa Cara kerja dari mesin ini adalah diputar dengan menggunakan motor listrik. Dengan kecepatan putar yang tinggi sehingga minyak dari galendo dapat keluar melalui saringan yang ada pada mesin itu. Setelah diputar minyak akan turun kebawah dan keluar melalui saluran yang ada.
2.3. Pengertian Perancangan Perancangan adalah kegiatan awal dari usahamerealisasikan suatu produk yang keberadaannyadiperlukan oleh masyarakat untuk meringankanhidupnya. Tahapan perancangan sangat diperlukan untukmemudahkan engineer bekerja;
1.Pekerjaan tepat waktu
2.Biaya sesuai rencana dan
3.Produk berfungsi dengan baik Metode perancangan terkemuka yang telah dikembangkan dan dibukukan diantaranya; 1.Metode Zeid Metode yang dikenalkan melalui buku karanganIbrahim Zeid.Merupakan pengembanganbertahun-tahun sejak tahun 50-an. Metode yang ditawarkan meliputi proses perancangan dan proses pembuatan, ditambah feedback dari pemasaran untuk pengembangan produk (lihat diagram alir). Zeid 2.Metode French Metode Frenchhampir sama denganmetode lainnya.Pada diagrambentuk lingkaranmerupakan kegiatanyang mendahuluinya,sedangkansegiempatmenyatakankegiatan yangberlangsung Gambar 2.2 Metoda French 3.Metode VDI (Verein Deutcher Ingenieure) Metode VDI (Verein Deutcher Ingenieure) atauPersatuan Insinyur Jerman dikembangkan daripengalaman engineer jerman.Metode ini mengawali metode yang dikenalkanPahl & Beitz. 4.Metode Ullman Tahapan perancangan pada metode Ullman; 1.Definisi proyek dan perencanaan 2.Definisi spesifikasi 3.Perancangan konsep 4.Mengembangkan produk 5.Dukungan produk Metode ini banyak membahas pada bagian awal (sebelum konsep), menganalisa kebutuhan dandefinisi proyek. Gambar 2.3 Metoda Ullman 5.Metode Pahl & Beitz Tahapan perancangan bervariasi tergantung dari pengalaman engineer.Akan tetapi secara umumyang dikemukakan oleh Pahl & Beitz dalam bukunya, adalah: 1.Menetapkan kebutuhan (Clarifying the task) 2.Perancangan konsep (Conceptual design) 3.Perancangan Ditel (Embodiement design) 4.Dokumen pembuatan produk (Documentation) 5.Produksi awal (Prototype) 2.4 Quality Function Deployment (QFD) Bangsa Jepang mengembangkan suatu pendekatan yang disebut pemberdayaan fungsi kualitas (Quality Function Deployment-QFD) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Istilah ini merupakan terjemahan dari karakter kanji yang digunakan untuk menggambarkan proses tersebut, mungkin terdengar membingungkan. QFD ini di temukan oleh Yoji Akao pada tahun 1966.QFD merupakan suatu metode yang dikembangkan untuk menghubungkan perusahaan atau lembaga dengan konsumen. Melalui QFD, setiap keputusan dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang diekspresikan oleh pelanggan. Pendekatan ini menggunakan sejenis diagram matriks untuk mempresentasikan data dan informasi (Evans et al, 2007). QFD dimulai pada tahun 1972 di lokasi anjungan kapal Mitsubishi di Kobe.Toyota kemudian mulai membangun konsep ini tidak lama kemudian, dan telah menggunakannya sejak 1977 dengan hasil yang amat mengagumkan. Xerox dan Ford memulai penggunaan QFD pada tahun 1986 (pada waktu itu , lebih dari 50 persen perusahaan Jepang telah menggunkan pendekatan ini). Kini QFD berhasil digunakan oleh banyak perusahaan seperti General Motors, Ford, Mazda, Motorola, Xerox, Kodak, IBM, Procter & Gamble, Hewlett Packard, dan AT&T. Dua organisasi, American Supplier Institute, Inc., organisasi nirlaba, dan GOAL/QPC, perusahaan konsultan di Massachusetts telah mempublikasikan dan mengembangkan konsep ini di Amerika Serikat.Dengan QFD, operasional perusahaan didorong oleh suara pelanggan dan bukan oleh perintah manajemen ataupun opini/keinginan dari para ahli. Penggunaan 2. 5 Pengertian Quality Function Deployment (QFD) Quality Function Deployment(QFD) adalah metode perencanaan dan pengembangan secara terstruktur yang memungkinkan tim pengembanganmendefinisikan secara jelas kebutuhan dan harapan pelanggan, dan mengevaluasi kemampuan produk atau jasa secara sistematik untuk memenuhi kebutuhan dan harapan tersebut. QFD didefinisikan sebagai suatu proses atau mekanisme terstruktur untuk menentukan kebutuhan pelanggan dan menerjemahkann kebutuhan-kebutuhan itu ke dalam kebutuhan teknis yang relevan, di mana masing-masing area fungsional dan tingkat organisasi dapat mengerti dan bertindak. Ia mencakup juga pemantauan dan pengendalian yang tepat dari proses manufacturing menuju sasaran. 2.6 Manfaat Quality Function Deployment (QFD) Ada 3 manfaat utama yang diperoleh perusahaan bila menggunakan metode QFD, yaitu: 1.Mengurangi Biaya: Hal ini dapat terjadi karena produk yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen dan harapan konsumen sehingga tidak ada pengulangan pekerjaan dan pembuangan bahan baku yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh konsumen. Pengurangan biaya dapat dicapai dengan pengurangan biaya pembelian bahan baku, biaya overhead atau pengurangan upah dan penyederhanaan proses produksi. 2.Meningkatkan Pendapatan: Dengan pengurangan biaya, untuk hasil yang kita terima akan lebih meningkat. Dengan QFD produk atau jasa yang dihasilkan akan lebih dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. 3. Mengurangi Waktu Produksi: QFD akan membuat tim pengembangan produk atau jasa untuk memfokuskan pada program pengembangan kebutuhan dan harapan konsumen (Ariani, 2002). Manfaat lain yang diperoleh dari penerapan QFD ini juga meliputi: a. Fokus pada pelanggan (Customer focused) yaitu mendapatkan input dan umpan balik dari pelanggan mengenai kebutuhan dan harapan pelanggan. Hal ini penting, karena performansi suatu organisasi tidak bisa lepas dari pelanggan. b. Efisien waktu (Time Efficient), dengan menerapkan QFD maka program pengembangan akan memfokuskan pada harapan dan kebutuhan pelanggan. 2.7 Tahapan Quality Function Deployment (QFD) Penerapan QFD sebagai upaya mengindentifikasi keinginan dan kebutuhan pelanggan menggunakan format matriks yang disusun dalam suatu bentuk yang seirng disebut dengan namaHouse of Quality (QFD), dengan tujuh bagian utama seperti pada gambar 2.4. Gambar 2.4 Tahapan QFD Bagian 1( customer needs or Whats) merupakan daftar keinginana dan kebutuhan pelanggan, yang secara kualitatif diperoleh melalui pendekatandeskritif atau wawancara terhadap pelangggan. Bagian 2 (Design requirement or Hows) merupakan bahasa teknis dari perusahaan untuk menyusun desain perbaikan produk atau jasa yang umumnya merupakan gambaran teknis dari kebutuhan dan keinginan konsumen pada bagian1. Bagian 3( Correlation matrixs between whats and hows) bagian ini mencakup informasi yang menunjukan : 1. Tingkat kepentingan darin keinginan dan kebutuhan pelanggan serta tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. 2. Tingkat hubungan antara keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhinya dengan menggunakan simbol yang menunjukan korelasi kuat, sedang dan lemah. Bagian 4 ( Correlation between hows) merupakan korelasi antara karakteristik kemampuan teknis dari perusahaan yang dibedakan menjadi positif dan negatif. Bagian 5 (Priorities assigned to design requirement) merupakan prioritas yang ditetapkan perusahaan untuk melaksanakan setiap target sesuai dengan tingkat kesulitannya. Bagian 6( Priorities assigned to Customer ) merupakan bagian yang menunjukan tingkat kepentingan dari keinginan dan kebutuhan pelanggan berdasarkan informasi langsung dari konsumen. Bagian 7 ( competitive assesment) menunjukan penilaia pelanggan terhadap produk atau jasa yang dibandingkan dengan pesaing. QFD sendiri terdiri 4 buah layer, dimana How pada layer pertama akan mejadi what pada layer kedua dan selanjutnya. Adapun hubungan ke-4 layer tersebut, terlihat seperti pada gambar 2.5 Gambar 2.5 Proses QFD Dalam pembuatan HoQ dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut; langkah 1. mengidentifikasi semua kebutuhan dan keinginan pelanggan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. • Langkah 2. menterjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam upaya perbaikan teknis atau karakteristik desain perusahaan (hows) yang menunjukan bagaimana perusahaan memenuhi keinginan pelanggan. • Langkah 3. mencari hubungan antara setiap kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan setiap usaha perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen (karakteristik desain). • Langkah 4. upaya perusahaan untuk memenuhi setiap karakteristik desain yang ditujukan untuk memenuhi keinginan kebutuhan pelanggan yang diberi nilai target berdasarkan tingkat kemudahan pelaksanaannya. • Langkah 5 menentukan hubungan antara setiap karakteristik desain dan disusun menjadi matriks korelasi yang terletak pada bagian atap ( bagian 4) dari HoQ. • Langkah 6 Menentukan tingkat kesulitan dari sudut pandang perusahaan, penerapan setiap karakteristik desain dapat dijabarkan dalam skala. • Langkah 7 membandingkan karakteristik desain dengan produk pesaing berdasarkan hasil identifikasi karakteristik pelanggan untuk menentukan karakteristik desain yang tepat, berdasarkan informasi langsung dari pelanggan. • Langkah 8 lakukan penilaian karakteristik produk yang telah dicapai oleh perusahaan juga bandingkan dengan pesaing. • Langkah 9 menghitung tingkat kepentingan dari setiap karakteristik pelanggan yang dinilai dalam angka dan tingkat kesulitan perusahaan menerapkan karakteristik desain untuk menentukan tingkat kepentingan relatif dan absolut. Berikut ini adalah contoh HoQ secara langkap. Gambar 2.6 Contoh QFD BAB III PEMBAHASAN MESIN PENGHASIL MINYAK GALENDO Dari hasil teori perancangan yang dipelajari selama kuliah, berikut ini adalah salah satu bagan proses perancangan mesin dari sekian banyak yang akan diikuti oleh penulis : Gambar 2.7 Metoda Ullman 3.1. Pendefinisian dan Perencanaan Proyek Pendefinisian dan perancangan proyek berisi mengenai perlu atau tidaknya proyek yang akan dijalani dan untuk mendapatkan suatu jadwal perancangan berdasarkan tugas – tugas apa yang harus dijalani. Apabila kesimpulan yang didapat akan bersifat menguntungkan maka proyek tersebut diteruskan ke tahap selanjutnya. 3.1.1. Pendefinisian Proyek Pendefinisian proyek dibagi menjadi beberapa hal yaitu: a. Pemahaman masalah b. Solusi dari permasalahan c. Kesimpulan penting dan tidak pentingnya proyek yang akan dijalani A. Pemahaman masalah • Proses pengolahan secara manual 1 2 3 PENGUMPULAN PENGUPASAN KELAPA PEMANASAN AIR KELAPA AIR SANTAN SETENGAH TUA 5 4 PENIRISAN GALENDO SERBUK-SERBUK GALENDO Berikutpenjelasandari diagram diatas: 1. Pengumpulankelapasetengahtua. Diperlukan kelapa setengah tua karena kelapa ini komposisinya lebih banyak daripada kelapa muda sehingga menghasilkan santan yang jumlahnya relatif banyak. 2. Pengupasan kelapa. Proses ini memerlukan keahlian dan pengalaman karena mengelupas kelapa tua cukup sulit dilakukan dan tidak semua orang bisa melakukannya, selain dari membutuhkan tenaga, skill dan kehati-hatian sangat dianjurkan, di dalam proses ini juga dilanjutkan menuju proses penyerutan. 3. Pemanasan air santan. Setelah melewati pengupasan dan penyerutan, dilakukan proses pemanasan diatas wajan. 4. Serbuk-serbuk galendo. Tahap selanjutnya setelah melewati proses pemanasan/perebusan dengan waktu yang cukup lama dalam proses ini santan mulai membentuk serbuk galendo. 5. Penirisan galendo. Penirisan ini biasanya dilakukan diwajan itu sendiri atau berpindah media setelah melawati proses pemanasan diatas. Dengan cara manual, ada beberapa kendala dalam prosesnya sehingga memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan minyak. Masalah yang timbul yaitu : • Waktukarna proses penirisan. • Pemerasanminyakyang di hasilkankurangbanyakkarnaterbatasolehkemampuantenagamanusia. B. Solusi permasalahan Dari permasalahan yang ada, dibutuhkan mesin yang mampu mengatasinya : - Mampu mengurangi waktu proses pembuatannya. - Minyak yang dihasilkan lebih banyak dari proses manual. - Mengurangi tenaga dari manusia/operator. C. Kesimpulannya Sebelum didapat penting atau tidaknya solusi permasalahan diatas, mengenai diperlukannya mesin minyak Galendo, dibawah ini merupakan sudut pandang dan analisanya : 1. Proyek perancangan Berdasarkan keperluannya perancangan mesin minyak Galendo ini merupakan revolusi dari keterbatasan tenaga manusia dan kebutuhan yang menunjang pada efektivitas waktu sehingga menjadi inovasi suatu produk berdasarkan kebutuhan perusahaan. 2. Investasi Dari sudut pandang investasi, minyak galendo/kelapa ini bisa dijadikan alternative masyarakat untuk memasak/menggoreng yang produksinya cukup langka namun permintaan konsumen banyak, sehingga perusahaan kewalahan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 3. Citra perusahaan Tentu dengan adanya inovasi mesin yang akan dirancang ini perusahaan akan mampu mensuplai dan memenuhi keinginan konsumen dalam skala banyak dan waktu yang sedikit sehingga meningkatkan nama baik perusahaan. 4. Kapasitasproduksi Dengan dirancangnya mesin ini, harapan terwujudnya kapasitas produksi dan tingkat produksi dapat meningkat. 5. Biayaproduksi Dari segiini, biaya produksi akan lebih sedikit namun penghasilan yang diharapkan akan meningkat karena tenaga manusia yang diperlukan tidak banyak. Dari penjelasan diatas, mengenai analisa dan pendefinisian proyek ini diharapkan dengan adanya mesin minyak galendo akan mendatangkan banyak keuntungan, baik dari segi waktu dan penghasilan yang baik untuk diteruskan. 3.1.2. Perencanaan Proyek Pada perancanaan perancangan ini adalah untuk menentukan tugas yang harus diselesaikan. Penentuan jadwal kerja dan dasar alokasi persentase waktu disesuaikan dengan kebutuhan. Penjadwalan waktunya untuk melaksanakan masing-masing tugas pada penjabaran di bawah sudah dianggap tepat dan cukup . Tugas 1 : Membuat spesifikasi teknik mesin proses galendo untuk menghasilkan minyak kelapa Sasaran : Menjabarkan runtutan masalah mengenai permintaan-permintaan konsumen, evaluasi kompetisi, spesifikasi teknik, dan target dengan menggunakan metode QFD (house of quality). Waktu : Tanggal mulai : 20 - 06- 2016 Tanggal berakhir : 19 – 07 - 2016 Durasi : 30 hari Tugas 2 : Membuat satu konsep mesin proses galendo untuk menghasilkan minyak kelapa Sasaran : Membuatsketsakonsep-konsepmesinberdasarkanfungsi. Mengevaluasi setiap konsep yang sesuai dengan permintaan konsumen. Memilih satu konsep mesin yang sesuai dengan permintaan konsumen. Waktu : Tangga lmulai : 20 - 07 - 2016 Tanggal berakhir : 27 - 07 - 2016 Durasi : 7 hari Tugas 3 : Percobaan pembuatan mesin proses galendo untuk menghasilkan minyak kelapa Sasaran : Percobaan pembuatan konsep mesin terpilih. Sebelumnya lakukan perbaikan konsep mesin yang berupa proses pembuatan produk (product development) atau perwujudan rancangan (embodiment design) hingga didapatkan materi-materi sebagai berikut : Gambar susunan/ rakitan konsep mesin yang dirancang Daftar komponen Waktu : Tanggal mulai : 28 - 07 - 2016 Tanggal berakhir : 03 - 08 - 2016 Durasi : 7 hari Tugas 4 : Menguji simulasi mesin proses galendo untuk menghasilkan minyak kelapa Sasaran : Menguji rancangan mesin untuk dapat mengevaluasi kemampuan mesin dalam memenuhi permintaan konsumen. Beberapa permintaan baru yang ingin ditambahkan pada mesin yang timbul selama proses pengetesan akan ditambahkan pada daftar permintaan. Hasil pengetesan akan menentukan baik tidaknya hasil tahap product development. Waktu : Tanggal mulai : 04 - 08 - 2016 Tanggal berakhir : 10 - 08 - 2016 Durasi : 7 hari Tugas 5 : Dokumentasi produk (Product Documentation) Sasaran : Membuat data yang lengkap mengenai mesin hasil rancangan yang berupa gambar teknik, animasi mesin, spesifikasi dan sebagainya yang akan berguna dalam membuat rencana produksi. Waktu : Tanggalmulai : 11 - 08 - 2016 Tanggalberakhir : 16 - 08 - 2016 Durasi : 7 hari No Kegiatan Bulan Juni juli agustus 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Membuat spesifikasi teknik 2 Membuat konsep mesin 3 Membuat Perancangan mesin 4 Menguji mesin 5 Dokumentasi Produk 3.2. Pembuatan Spesifikasi Pada tahap pembuatan spesifikasi ini, dibuatlah spesifikasi alat yang sesuai dengan permintaan konsumen. Pada tahap pembuatan spesifikasi tersebut, penulis membuatnya dengan menggunakan metode QFD. Berikut adalah langkah-langkahnya : Langkah 1 : Siapa pelanggan (costumer) produk ? Langkah pertama ini penulis memilih 2 costumer yang berperan penting berkaitan dengan mesin yang akan dirancang. Berikut daftar konsumennya : 1. Pemilik perusahaan Pemilik perusahaan ini salah satu dari konsumen karena mereka yang mereka yang menginginkan mesin tersebut. Mereka harus mengetahui apakah mesin yang akan dirancang mampu bekerja sesuai yang diharapkan atau justru sebaliknya. 2. Operator Operator ini juga salah satu konsumen karena meraka yang menjalankan atau mengoperasikan mesin tersebut. Oleh karena itu penting untuk mengetahui permintaan yang diinginkan oleh mereka. Langkah 2 : Apa yang diinginkan konsumen tentang fungsi (kerja) produk. Dari langkah yang kedua ini penulis mencari tahu apa saja yang diinginkan konsumen terhadap mesin yang akan dirancang. Metode yang digunakan yaitu metode survey. Metode survey ini dilakukan agar dapat mengetahui permintaan dari konsumen. Berikut tabel permintaan yang diajukan dari konsumen. NO DAFTAR PERMINTAAN 1 Dapat dipindahkan dengan mudah 2 Menghasilkan minyak yang lebih banyak dari sebelumnya 3 Mempunyai bentuk dan ukuran yang mudah dioperasikan 4 Menggunakan motor listrik sebagai penggerak 5 Mudah dalam perawatannya 6 Aman dalam pengoperasiannya 7 Material dari mesin ini anti karat 8 Mudah diseting Langkah 3 : Menentukan kepentingan relatif tentang permintaan Pada langkah ini dilakukan penilaian terhadap daftar permintaan yang diajukan kepada konsumen. Konsumen di minta untuk memberi nilai terhadap data permintaan tersebut. Seberapa penting menurut mereka permintaan-permintaan itu. Masing-masing konsumen diberi bobot 100 point untukk didistribusikan kepada setiap permintaan. Apabila nilai yang diberikan besar, maka permintaan tersebut sangat penting. NO DATA PERMINTAAN NILAI PEMILIK PERUSAHAAN OPERATOR 1 Dapat dipindahkan dengan mudah 9 11 2 Menghasilkan minyak yang lebih banyak dari sebelumnya 20 10 3 Mempunyai bentuk dan ukuran yang mudah dioperasikan 10 15 4 Menggunakan motor listrik sebagai penggerak 11 9 5 Mudah dalam perawatannya 10 12 6 Aman pada saat diopersasikan 15 15 7 Material dari mesin ini harus anti karat 10 13 8 Mudah diseting 15 15 JUMLAH POINT 100 100 Langkah 4 : Mengidentifikasi dan mengevaluasi permintaan : Bagaimana kepuasan pelanggan sekarang? Pada langkah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dapat terpenuhinya permintaan konsumen terhadap mekanisme tersebut, sehingga konsumen merasa puas. Untuk mengetahuinya dengan cara membuat kuesioner. Adapun penilaian nya dengan skala sebagai berikut : - 1 = Konsep ini sama sekali tidak memenuhi permintaan - 2 = Konsep ini sebagian kecil memenuhi permintaan - 3 = Konsep ini memenuhi permintaan - 4 = Konsep ini sebagian besar memenuhi permintaan - 5 = Konsep ini semua memenuhi permintaan Untuk yang tidak berhubungan diisi dengan lambang (-) Berikut adalah konsep untuk mesin yang akan dirancang : 1. Konsep spin = 2. Konsep press = 3. Konsep gravitasi = NO DATA PERMINTAAN NILAI KONSEP 1 Dapat dipindahkan dengan mudah - - - 2 Menghasilkan minyak yang lebih banyak dari sebelumnya 5 4 3 3 Mempunyai bentuk dan ukuran yang mudah dioperasikan 4 3 3 4 Menggunakan motor listrik sebagai penggerak 4 3 2 5 Mudah dalam perawatannya 5 4 3 6 Aman pada saat diopersasikan 4 4 4 7 Material dari mesin ini harus anti karat - - - 8 Mudah diseting 3 4 4 Langkah 5 : Menyusun spesifikasi teknik : Bagaimana memenuhi permintaan/keinginan konsumen? Sasarannya pada langkah kelima ini adalah : - Menghubungkan permintaan konsumen dengan spesifikasi tekniknya - Memberi tanda arah kemajuan dimana tanda ( ) berarti semakin turun semakin baik dan tanda ( ) semakin naik semakin baik - Memberi satuannya untuk setiap spesifikasi Berikut hasil pembuatan spesifikasi tekniknya : NO DATA PERMINTAAN SPESIFIKASI TEKNIK ARAH KEMAJUAN SATUAN 1 Dapat dipindahkan dengan mudah Cara kerja produk % Berat mesin kg 2 Menghasilkan minyak yang lebih banyak dari sebelumnya Cara kerja produk % Kapasitas menampung galendo kg Kinerja dari produk % 3 Mempunyai bentuk dan ukurang yang mudah di operasikan Keamanan produk % Kinerja dari produk % Tampilan produk # 4 Menggunakan motor listrik sebagai penggerak Kinerja dari produk % 5 Mudah dalam perawatannya Tampilan produk # Biaya perakitan # 6 Aman pada saat diopersasikan Berat mesin kg Keamanan produk % 7 Material dari mesin ini harus anti karat Ketahanan terhadap korosi # Biaya perakitan # 8 Mudah diseting Kinerja dari produk % Langkah 6 : Menghubungkan permintaan konsumen dengan spesifikasi teknik Pernyataan hubungan ini diberi tanda seperti berikut : = Berhubungan kuat = Berhubungan tidak kuat = Berhubungan lemah Hasil dari langkah ini dapat dilihat di bagan House of Quality. Langkah 7 : Menentukan target secara keteknikan : Berapa nilai yang cocok secara teknik. Berikut adalah target yang ditentukan oleh penulis mengenai mesin yang dirancang : NO SPESIFIKASI TEKNIK TARGET 1 Berat total mesin 30 kg 2 Jumlah mampu olah 0.25 L/jam 3 Persentase minyak yang dihasilkan 80% 4 Tinggi tabung penampung galendo 51 cm 5 Diameter lubang penampung galendo 30 cm 6 Daya motor listrik 200 Watt 7 Jumlah proses perawatan 2 8 Tebal penutup mesin 31 cm 9 Material besifat anti karat Stainless steel 10 Jumlah proses pembuatan mesin 3 orang Langkah 8 : Mengidentifikasi hubungan antara sesama spesifikasi teknis Apabila antara dua spesifikasi teknis ada hubungan, maka pada perpotongan dua garis diagonal yang menghubungkan kedua spesifikasi diberi simbol-simbol berikut, yang menyatakan intensitas hubungan : Θ = sangan kuat Ο = kuat x = lemah X = sangan lemah 3.3. Perancangan Konsep Dari langkah ini, penulis membuat rancangan konsep mesin. Sasarannya untuk membuat beberapa konsep mesin dari gabungan konsep fungsi dengan menggunakan metode morphology, lalu melakukan evaluasi konsep untuk mendapatkan satu konsep mesin. Adapun tahapan – tahapannya yaitu : 1. Penguraian fungsi 2. Pembuatan konsep untuk setiap fungsi 3. Penggabungan konsep 4. Evaluasi konsep
Di era perkembangan jaman semua serba dituntut cepat dan tepat khusus nya dalam bidang industri, oleh karena itu dalam dunia industri dituntut untuk memiliki sumbe daya manusia yang berkualitas tinggi dalam menyeimbangkan kemajuan tekhnologi, seseorang harus memiliki keahlian tertentu dalam bidangnya sendiri agar dapat menempatkan diri dan berguna. Selain itu kemajuan tekhnologi juga sangat berpengaruh terhadap produksi. Semakin majunya tekhnologi maka akan semakin cepat pula laju produksi yang dihasilkan oleh industri itu sendiri. Selain laju produksi yang cepat produksi yang dihasilkan juga memiliki kualitas dan kuantitas yang bagus. Dalam dunia industri seseorang dituntut untuk lebih aktif dan kreatif. Seseorang dituntut untuk mampu memiliki kemampuan terhadap hasil produk untuk di beri inovasi.untuk menghasilkan ataupun membuat alat dan mesin yang baru dirasa memang sulit. Seseorang harus kreatif mampu mempunyai ide dan menuangkan gagasan tersebut.semakin ketatnya persaingan di dunia industri, semua pekerjaan dituntut untuk cepat dan tepat. Salah satunya adalah proses pengolahan minyak galendo. Melihat adanya peluang untuk dibuat sebuah mesin atau alat pengolahan minyak galendo. Perancangan alat atau mesin pengolah minyak galendo ini di khususkan hanya untuk memisah kan minyak yang terkandung dalam galendo dengan cara memanfaatkan putaran dari sebuah mesin untuk mengeluarkan mimyak yang ada pada galendo, pada umumnya pengolahan minyak galendo ini masih manual maka dirancang alat pengolah minyak galendo. Selain untuk mmpermudah dan mempercepat dalam pekerjaan, produksi yang di hasilkan juga lebih banyak. Dalam pembuatan sebuah alat atau mesin ini dibutuhkan pemilihan bahan untuk rangka yang tepat sehingga alat ini ringan dan bisa di pindah-pindahkan dan juga putaran yang cepat untuk dapat menghasilkan minyak yang berjumlah banyak.
1.2. Identifikasi masalah
1. Pembuatan rangka yang kuat dan ringan
2. Pemilihan mesin putar yang sesuai untuk menghasilkan mminyak yang banyak
3. Pembuatan pemisah galendo dan minyak
4. Pembuatan wadah penampung untuk minyak
5. Proses pengujian alat pengolah minyak galendo untuk mengetahui kerja dari alat
1.3. Batasan masalah
Dalam pembuatan produk mesin pengolah minyak galendo maka pada laporan ini difokuskan pada perancangan mesin pengolah minyak pada galendo agar pembahasan dalam penulisan lebih fokus dan mendalam.
1.4. Rumusan masalah Berdasarkan batasan masalah tersebut maka dapat ditarik rumusan masalah,yaitu:
1. Bagaimana desain dan gambar kerja dari mesin pengolah minyak galendo
2. Bagaimana spesifikasi pada mesin pengolah minyak galendo
3. Bagaimana biaya yg dibutuhkan untuk pengerjaan keseluruhan(harga jual)
1.5. Tujuan Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari perancangan mesin pengolah minyak galendo adalah
1. Mendesain alat yang menghasilkan jumlah minyak yang banyak dan efisien tenaga.
2. Merencanakan kontruksi yang ringan agar mudah dipindahkan.
3. Merancang dengan menggunakan metode QFD.
2.1. Pengertian dari Mesin Penghasil Minyak Kelapa Mesin penghasil minyak kelapa adalah sebuah mesin yang beroperasi untuk menghasilkan minyak yang masih terkandung didalamnya. Mesin ini beroperasi untuk menghasilkan minyak tersebut dengan cara diputar. Jadi mesin berputar dengan kecepatan putar yang tinggi, sehingga minyak yang masih ada didalam galendo itu akan keluar.
2.2. Prinsip Kerja Mesin Penghasil Minyak Kelapa Cara kerja dari mesin ini adalah diputar dengan menggunakan motor listrik. Dengan kecepatan putar yang tinggi sehingga minyak dari galendo dapat keluar melalui saringan yang ada pada mesin itu. Setelah diputar minyak akan turun kebawah dan keluar melalui saluran yang ada.
2.3. Pengertian Perancangan Perancangan adalah kegiatan awal dari usahamerealisasikan suatu produk yang keberadaannyadiperlukan oleh masyarakat untuk meringankanhidupnya. Tahapan perancangan sangat diperlukan untukmemudahkan engineer bekerja;
1.Pekerjaan tepat waktu
2.Biaya sesuai rencana dan
3.Produk berfungsi dengan baik Metode perancangan terkemuka yang telah dikembangkan dan dibukukan diantaranya; 1.Metode Zeid Metode yang dikenalkan melalui buku karanganIbrahim Zeid.Merupakan pengembanganbertahun-tahun sejak tahun 50-an. Metode yang ditawarkan meliputi proses perancangan dan proses pembuatan, ditambah feedback dari pemasaran untuk pengembangan produk (lihat diagram alir). Zeid 2.Metode French Metode Frenchhampir sama denganmetode lainnya.Pada diagrambentuk lingkaranmerupakan kegiatanyang mendahuluinya,sedangkansegiempatmenyatakankegiatan yangberlangsung Gambar 2.2 Metoda French 3.Metode VDI (Verein Deutcher Ingenieure) Metode VDI (Verein Deutcher Ingenieure) atauPersatuan Insinyur Jerman dikembangkan daripengalaman engineer jerman.Metode ini mengawali metode yang dikenalkanPahl & Beitz. 4.Metode Ullman Tahapan perancangan pada metode Ullman; 1.Definisi proyek dan perencanaan 2.Definisi spesifikasi 3.Perancangan konsep 4.Mengembangkan produk 5.Dukungan produk Metode ini banyak membahas pada bagian awal (sebelum konsep), menganalisa kebutuhan dandefinisi proyek. Gambar 2.3 Metoda Ullman 5.Metode Pahl & Beitz Tahapan perancangan bervariasi tergantung dari pengalaman engineer.Akan tetapi secara umumyang dikemukakan oleh Pahl & Beitz dalam bukunya, adalah: 1.Menetapkan kebutuhan (Clarifying the task) 2.Perancangan konsep (Conceptual design) 3.Perancangan Ditel (Embodiement design) 4.Dokumen pembuatan produk (Documentation) 5.Produksi awal (Prototype) 2.4 Quality Function Deployment (QFD) Bangsa Jepang mengembangkan suatu pendekatan yang disebut pemberdayaan fungsi kualitas (Quality Function Deployment-QFD) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Istilah ini merupakan terjemahan dari karakter kanji yang digunakan untuk menggambarkan proses tersebut, mungkin terdengar membingungkan. QFD ini di temukan oleh Yoji Akao pada tahun 1966.QFD merupakan suatu metode yang dikembangkan untuk menghubungkan perusahaan atau lembaga dengan konsumen. Melalui QFD, setiap keputusan dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang diekspresikan oleh pelanggan. Pendekatan ini menggunakan sejenis diagram matriks untuk mempresentasikan data dan informasi (Evans et al, 2007). QFD dimulai pada tahun 1972 di lokasi anjungan kapal Mitsubishi di Kobe.Toyota kemudian mulai membangun konsep ini tidak lama kemudian, dan telah menggunakannya sejak 1977 dengan hasil yang amat mengagumkan. Xerox dan Ford memulai penggunaan QFD pada tahun 1986 (pada waktu itu , lebih dari 50 persen perusahaan Jepang telah menggunkan pendekatan ini). Kini QFD berhasil digunakan oleh banyak perusahaan seperti General Motors, Ford, Mazda, Motorola, Xerox, Kodak, IBM, Procter & Gamble, Hewlett Packard, dan AT&T. Dua organisasi, American Supplier Institute, Inc., organisasi nirlaba, dan GOAL/QPC, perusahaan konsultan di Massachusetts telah mempublikasikan dan mengembangkan konsep ini di Amerika Serikat.Dengan QFD, operasional perusahaan didorong oleh suara pelanggan dan bukan oleh perintah manajemen ataupun opini/keinginan dari para ahli. Penggunaan 2. 5 Pengertian Quality Function Deployment (QFD) Quality Function Deployment(QFD) adalah metode perencanaan dan pengembangan secara terstruktur yang memungkinkan tim pengembanganmendefinisikan secara jelas kebutuhan dan harapan pelanggan, dan mengevaluasi kemampuan produk atau jasa secara sistematik untuk memenuhi kebutuhan dan harapan tersebut. QFD didefinisikan sebagai suatu proses atau mekanisme terstruktur untuk menentukan kebutuhan pelanggan dan menerjemahkann kebutuhan-kebutuhan itu ke dalam kebutuhan teknis yang relevan, di mana masing-masing area fungsional dan tingkat organisasi dapat mengerti dan bertindak. Ia mencakup juga pemantauan dan pengendalian yang tepat dari proses manufacturing menuju sasaran. 2.6 Manfaat Quality Function Deployment (QFD) Ada 3 manfaat utama yang diperoleh perusahaan bila menggunakan metode QFD, yaitu: 1.Mengurangi Biaya: Hal ini dapat terjadi karena produk yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen dan harapan konsumen sehingga tidak ada pengulangan pekerjaan dan pembuangan bahan baku yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh konsumen. Pengurangan biaya dapat dicapai dengan pengurangan biaya pembelian bahan baku, biaya overhead atau pengurangan upah dan penyederhanaan proses produksi. 2.Meningkatkan Pendapatan: Dengan pengurangan biaya, untuk hasil yang kita terima akan lebih meningkat. Dengan QFD produk atau jasa yang dihasilkan akan lebih dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. 3. Mengurangi Waktu Produksi: QFD akan membuat tim pengembangan produk atau jasa untuk memfokuskan pada program pengembangan kebutuhan dan harapan konsumen (Ariani, 2002). Manfaat lain yang diperoleh dari penerapan QFD ini juga meliputi: a. Fokus pada pelanggan (Customer focused) yaitu mendapatkan input dan umpan balik dari pelanggan mengenai kebutuhan dan harapan pelanggan. Hal ini penting, karena performansi suatu organisasi tidak bisa lepas dari pelanggan. b. Efisien waktu (Time Efficient), dengan menerapkan QFD maka program pengembangan akan memfokuskan pada harapan dan kebutuhan pelanggan. 2.7 Tahapan Quality Function Deployment (QFD) Penerapan QFD sebagai upaya mengindentifikasi keinginan dan kebutuhan pelanggan menggunakan format matriks yang disusun dalam suatu bentuk yang seirng disebut dengan namaHouse of Quality (QFD), dengan tujuh bagian utama seperti pada gambar 2.4. Gambar 2.4 Tahapan QFD Bagian 1( customer needs or Whats) merupakan daftar keinginana dan kebutuhan pelanggan, yang secara kualitatif diperoleh melalui pendekatandeskritif atau wawancara terhadap pelangggan. Bagian 2 (Design requirement or Hows) merupakan bahasa teknis dari perusahaan untuk menyusun desain perbaikan produk atau jasa yang umumnya merupakan gambaran teknis dari kebutuhan dan keinginan konsumen pada bagian1. Bagian 3( Correlation matrixs between whats and hows) bagian ini mencakup informasi yang menunjukan : 1. Tingkat kepentingan darin keinginan dan kebutuhan pelanggan serta tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. 2. Tingkat hubungan antara keinginan dan kebutuhan pelanggan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhinya dengan menggunakan simbol yang menunjukan korelasi kuat, sedang dan lemah. Bagian 4 ( Correlation between hows) merupakan korelasi antara karakteristik kemampuan teknis dari perusahaan yang dibedakan menjadi positif dan negatif. Bagian 5 (Priorities assigned to design requirement) merupakan prioritas yang ditetapkan perusahaan untuk melaksanakan setiap target sesuai dengan tingkat kesulitannya. Bagian 6( Priorities assigned to Customer ) merupakan bagian yang menunjukan tingkat kepentingan dari keinginan dan kebutuhan pelanggan berdasarkan informasi langsung dari konsumen. Bagian 7 ( competitive assesment) menunjukan penilaia pelanggan terhadap produk atau jasa yang dibandingkan dengan pesaing. QFD sendiri terdiri 4 buah layer, dimana How pada layer pertama akan mejadi what pada layer kedua dan selanjutnya. Adapun hubungan ke-4 layer tersebut, terlihat seperti pada gambar 2.5 Gambar 2.5 Proses QFD Dalam pembuatan HoQ dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut; langkah 1. mengidentifikasi semua kebutuhan dan keinginan pelanggan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. • Langkah 2. menterjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam upaya perbaikan teknis atau karakteristik desain perusahaan (hows) yang menunjukan bagaimana perusahaan memenuhi keinginan pelanggan. • Langkah 3. mencari hubungan antara setiap kebutuhan dan keinginan pelanggan dengan setiap usaha perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen (karakteristik desain). • Langkah 4. upaya perusahaan untuk memenuhi setiap karakteristik desain yang ditujukan untuk memenuhi keinginan kebutuhan pelanggan yang diberi nilai target berdasarkan tingkat kemudahan pelaksanaannya. • Langkah 5 menentukan hubungan antara setiap karakteristik desain dan disusun menjadi matriks korelasi yang terletak pada bagian atap ( bagian 4) dari HoQ. • Langkah 6 Menentukan tingkat kesulitan dari sudut pandang perusahaan, penerapan setiap karakteristik desain dapat dijabarkan dalam skala. • Langkah 7 membandingkan karakteristik desain dengan produk pesaing berdasarkan hasil identifikasi karakteristik pelanggan untuk menentukan karakteristik desain yang tepat, berdasarkan informasi langsung dari pelanggan. • Langkah 8 lakukan penilaian karakteristik produk yang telah dicapai oleh perusahaan juga bandingkan dengan pesaing. • Langkah 9 menghitung tingkat kepentingan dari setiap karakteristik pelanggan yang dinilai dalam angka dan tingkat kesulitan perusahaan menerapkan karakteristik desain untuk menentukan tingkat kepentingan relatif dan absolut. Berikut ini adalah contoh HoQ secara langkap. Gambar 2.6 Contoh QFD BAB III PEMBAHASAN MESIN PENGHASIL MINYAK GALENDO Dari hasil teori perancangan yang dipelajari selama kuliah, berikut ini adalah salah satu bagan proses perancangan mesin dari sekian banyak yang akan diikuti oleh penulis : Gambar 2.7 Metoda Ullman 3.1. Pendefinisian dan Perencanaan Proyek Pendefinisian dan perancangan proyek berisi mengenai perlu atau tidaknya proyek yang akan dijalani dan untuk mendapatkan suatu jadwal perancangan berdasarkan tugas – tugas apa yang harus dijalani. Apabila kesimpulan yang didapat akan bersifat menguntungkan maka proyek tersebut diteruskan ke tahap selanjutnya. 3.1.1. Pendefinisian Proyek Pendefinisian proyek dibagi menjadi beberapa hal yaitu: a. Pemahaman masalah b. Solusi dari permasalahan c. Kesimpulan penting dan tidak pentingnya proyek yang akan dijalani A. Pemahaman masalah • Proses pengolahan secara manual 1 2 3 PENGUMPULAN PENGUPASAN KELAPA PEMANASAN AIR KELAPA AIR SANTAN SETENGAH TUA 5 4 PENIRISAN GALENDO SERBUK-SERBUK GALENDO Berikutpenjelasandari diagram diatas: 1. Pengumpulankelapasetengahtua. Diperlukan kelapa setengah tua karena kelapa ini komposisinya lebih banyak daripada kelapa muda sehingga menghasilkan santan yang jumlahnya relatif banyak. 2. Pengupasan kelapa. Proses ini memerlukan keahlian dan pengalaman karena mengelupas kelapa tua cukup sulit dilakukan dan tidak semua orang bisa melakukannya, selain dari membutuhkan tenaga, skill dan kehati-hatian sangat dianjurkan, di dalam proses ini juga dilanjutkan menuju proses penyerutan. 3. Pemanasan air santan. Setelah melewati pengupasan dan penyerutan, dilakukan proses pemanasan diatas wajan. 4. Serbuk-serbuk galendo. Tahap selanjutnya setelah melewati proses pemanasan/perebusan dengan waktu yang cukup lama dalam proses ini santan mulai membentuk serbuk galendo. 5. Penirisan galendo. Penirisan ini biasanya dilakukan diwajan itu sendiri atau berpindah media setelah melawati proses pemanasan diatas. Dengan cara manual, ada beberapa kendala dalam prosesnya sehingga memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan minyak. Masalah yang timbul yaitu : • Waktukarna proses penirisan. • Pemerasanminyakyang di hasilkankurangbanyakkarnaterbatasolehkemampuantenagamanusia. B. Solusi permasalahan Dari permasalahan yang ada, dibutuhkan mesin yang mampu mengatasinya : - Mampu mengurangi waktu proses pembuatannya. - Minyak yang dihasilkan lebih banyak dari proses manual. - Mengurangi tenaga dari manusia/operator. C. Kesimpulannya Sebelum didapat penting atau tidaknya solusi permasalahan diatas, mengenai diperlukannya mesin minyak Galendo, dibawah ini merupakan sudut pandang dan analisanya : 1. Proyek perancangan Berdasarkan keperluannya perancangan mesin minyak Galendo ini merupakan revolusi dari keterbatasan tenaga manusia dan kebutuhan yang menunjang pada efektivitas waktu sehingga menjadi inovasi suatu produk berdasarkan kebutuhan perusahaan. 2. Investasi Dari sudut pandang investasi, minyak galendo/kelapa ini bisa dijadikan alternative masyarakat untuk memasak/menggoreng yang produksinya cukup langka namun permintaan konsumen banyak, sehingga perusahaan kewalahan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 3. Citra perusahaan Tentu dengan adanya inovasi mesin yang akan dirancang ini perusahaan akan mampu mensuplai dan memenuhi keinginan konsumen dalam skala banyak dan waktu yang sedikit sehingga meningkatkan nama baik perusahaan. 4. Kapasitasproduksi Dengan dirancangnya mesin ini, harapan terwujudnya kapasitas produksi dan tingkat produksi dapat meningkat. 5. Biayaproduksi Dari segiini, biaya produksi akan lebih sedikit namun penghasilan yang diharapkan akan meningkat karena tenaga manusia yang diperlukan tidak banyak. Dari penjelasan diatas, mengenai analisa dan pendefinisian proyek ini diharapkan dengan adanya mesin minyak galendo akan mendatangkan banyak keuntungan, baik dari segi waktu dan penghasilan yang baik untuk diteruskan. 3.1.2. Perencanaan Proyek Pada perancanaan perancangan ini adalah untuk menentukan tugas yang harus diselesaikan. Penentuan jadwal kerja dan dasar alokasi persentase waktu disesuaikan dengan kebutuhan. Penjadwalan waktunya untuk melaksanakan masing-masing tugas pada penjabaran di bawah sudah dianggap tepat dan cukup . Tugas 1 : Membuat spesifikasi teknik mesin proses galendo untuk menghasilkan minyak kelapa Sasaran : Menjabarkan runtutan masalah mengenai permintaan-permintaan konsumen, evaluasi kompetisi, spesifikasi teknik, dan target dengan menggunakan metode QFD (house of quality). Waktu : Tanggal mulai : 20 - 06- 2016 Tanggal berakhir : 19 – 07 - 2016 Durasi : 30 hari Tugas 2 : Membuat satu konsep mesin proses galendo untuk menghasilkan minyak kelapa Sasaran : Membuatsketsakonsep-konsepmesinberdasarkanfungsi. Mengevaluasi setiap konsep yang sesuai dengan permintaan konsumen. Memilih satu konsep mesin yang sesuai dengan permintaan konsumen. Waktu : Tangga lmulai : 20 - 07 - 2016 Tanggal berakhir : 27 - 07 - 2016 Durasi : 7 hari Tugas 3 : Percobaan pembuatan mesin proses galendo untuk menghasilkan minyak kelapa Sasaran : Percobaan pembuatan konsep mesin terpilih. Sebelumnya lakukan perbaikan konsep mesin yang berupa proses pembuatan produk (product development) atau perwujudan rancangan (embodiment design) hingga didapatkan materi-materi sebagai berikut : Gambar susunan/ rakitan konsep mesin yang dirancang Daftar komponen Waktu : Tanggal mulai : 28 - 07 - 2016 Tanggal berakhir : 03 - 08 - 2016 Durasi : 7 hari Tugas 4 : Menguji simulasi mesin proses galendo untuk menghasilkan minyak kelapa Sasaran : Menguji rancangan mesin untuk dapat mengevaluasi kemampuan mesin dalam memenuhi permintaan konsumen. Beberapa permintaan baru yang ingin ditambahkan pada mesin yang timbul selama proses pengetesan akan ditambahkan pada daftar permintaan. Hasil pengetesan akan menentukan baik tidaknya hasil tahap product development. Waktu : Tanggal mulai : 04 - 08 - 2016 Tanggal berakhir : 10 - 08 - 2016 Durasi : 7 hari Tugas 5 : Dokumentasi produk (Product Documentation) Sasaran : Membuat data yang lengkap mengenai mesin hasil rancangan yang berupa gambar teknik, animasi mesin, spesifikasi dan sebagainya yang akan berguna dalam membuat rencana produksi. Waktu : Tanggalmulai : 11 - 08 - 2016 Tanggalberakhir : 16 - 08 - 2016 Durasi : 7 hari No Kegiatan Bulan Juni juli agustus 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Membuat spesifikasi teknik 2 Membuat konsep mesin 3 Membuat Perancangan mesin 4 Menguji mesin 5 Dokumentasi Produk 3.2. Pembuatan Spesifikasi Pada tahap pembuatan spesifikasi ini, dibuatlah spesifikasi alat yang sesuai dengan permintaan konsumen. Pada tahap pembuatan spesifikasi tersebut, penulis membuatnya dengan menggunakan metode QFD. Berikut adalah langkah-langkahnya : Langkah 1 : Siapa pelanggan (costumer) produk ? Langkah pertama ini penulis memilih 2 costumer yang berperan penting berkaitan dengan mesin yang akan dirancang. Berikut daftar konsumennya : 1. Pemilik perusahaan Pemilik perusahaan ini salah satu dari konsumen karena mereka yang mereka yang menginginkan mesin tersebut. Mereka harus mengetahui apakah mesin yang akan dirancang mampu bekerja sesuai yang diharapkan atau justru sebaliknya. 2. Operator Operator ini juga salah satu konsumen karena meraka yang menjalankan atau mengoperasikan mesin tersebut. Oleh karena itu penting untuk mengetahui permintaan yang diinginkan oleh mereka. Langkah 2 : Apa yang diinginkan konsumen tentang fungsi (kerja) produk. Dari langkah yang kedua ini penulis mencari tahu apa saja yang diinginkan konsumen terhadap mesin yang akan dirancang. Metode yang digunakan yaitu metode survey. Metode survey ini dilakukan agar dapat mengetahui permintaan dari konsumen. Berikut tabel permintaan yang diajukan dari konsumen. NO DAFTAR PERMINTAAN 1 Dapat dipindahkan dengan mudah 2 Menghasilkan minyak yang lebih banyak dari sebelumnya 3 Mempunyai bentuk dan ukuran yang mudah dioperasikan 4 Menggunakan motor listrik sebagai penggerak 5 Mudah dalam perawatannya 6 Aman dalam pengoperasiannya 7 Material dari mesin ini anti karat 8 Mudah diseting Langkah 3 : Menentukan kepentingan relatif tentang permintaan Pada langkah ini dilakukan penilaian terhadap daftar permintaan yang diajukan kepada konsumen. Konsumen di minta untuk memberi nilai terhadap data permintaan tersebut. Seberapa penting menurut mereka permintaan-permintaan itu. Masing-masing konsumen diberi bobot 100 point untukk didistribusikan kepada setiap permintaan. Apabila nilai yang diberikan besar, maka permintaan tersebut sangat penting. NO DATA PERMINTAAN NILAI PEMILIK PERUSAHAAN OPERATOR 1 Dapat dipindahkan dengan mudah 9 11 2 Menghasilkan minyak yang lebih banyak dari sebelumnya 20 10 3 Mempunyai bentuk dan ukuran yang mudah dioperasikan 10 15 4 Menggunakan motor listrik sebagai penggerak 11 9 5 Mudah dalam perawatannya 10 12 6 Aman pada saat diopersasikan 15 15 7 Material dari mesin ini harus anti karat 10 13 8 Mudah diseting 15 15 JUMLAH POINT 100 100 Langkah 4 : Mengidentifikasi dan mengevaluasi permintaan : Bagaimana kepuasan pelanggan sekarang? Pada langkah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dapat terpenuhinya permintaan konsumen terhadap mekanisme tersebut, sehingga konsumen merasa puas. Untuk mengetahuinya dengan cara membuat kuesioner. Adapun penilaian nya dengan skala sebagai berikut : - 1 = Konsep ini sama sekali tidak memenuhi permintaan - 2 = Konsep ini sebagian kecil memenuhi permintaan - 3 = Konsep ini memenuhi permintaan - 4 = Konsep ini sebagian besar memenuhi permintaan - 5 = Konsep ini semua memenuhi permintaan Untuk yang tidak berhubungan diisi dengan lambang (-) Berikut adalah konsep untuk mesin yang akan dirancang : 1. Konsep spin = 2. Konsep press = 3. Konsep gravitasi = NO DATA PERMINTAAN NILAI KONSEP 1 Dapat dipindahkan dengan mudah - - - 2 Menghasilkan minyak yang lebih banyak dari sebelumnya 5 4 3 3 Mempunyai bentuk dan ukuran yang mudah dioperasikan 4 3 3 4 Menggunakan motor listrik sebagai penggerak 4 3 2 5 Mudah dalam perawatannya 5 4 3 6 Aman pada saat diopersasikan 4 4 4 7 Material dari mesin ini harus anti karat - - - 8 Mudah diseting 3 4 4 Langkah 5 : Menyusun spesifikasi teknik : Bagaimana memenuhi permintaan/keinginan konsumen? Sasarannya pada langkah kelima ini adalah : - Menghubungkan permintaan konsumen dengan spesifikasi tekniknya - Memberi tanda arah kemajuan dimana tanda ( ) berarti semakin turun semakin baik dan tanda ( ) semakin naik semakin baik - Memberi satuannya untuk setiap spesifikasi Berikut hasil pembuatan spesifikasi tekniknya : NO DATA PERMINTAAN SPESIFIKASI TEKNIK ARAH KEMAJUAN SATUAN 1 Dapat dipindahkan dengan mudah Cara kerja produk % Berat mesin kg 2 Menghasilkan minyak yang lebih banyak dari sebelumnya Cara kerja produk % Kapasitas menampung galendo kg Kinerja dari produk % 3 Mempunyai bentuk dan ukurang yang mudah di operasikan Keamanan produk % Kinerja dari produk % Tampilan produk # 4 Menggunakan motor listrik sebagai penggerak Kinerja dari produk % 5 Mudah dalam perawatannya Tampilan produk # Biaya perakitan # 6 Aman pada saat diopersasikan Berat mesin kg Keamanan produk % 7 Material dari mesin ini harus anti karat Ketahanan terhadap korosi # Biaya perakitan # 8 Mudah diseting Kinerja dari produk % Langkah 6 : Menghubungkan permintaan konsumen dengan spesifikasi teknik Pernyataan hubungan ini diberi tanda seperti berikut : = Berhubungan kuat = Berhubungan tidak kuat = Berhubungan lemah Hasil dari langkah ini dapat dilihat di bagan House of Quality. Langkah 7 : Menentukan target secara keteknikan : Berapa nilai yang cocok secara teknik. Berikut adalah target yang ditentukan oleh penulis mengenai mesin yang dirancang : NO SPESIFIKASI TEKNIK TARGET 1 Berat total mesin 30 kg 2 Jumlah mampu olah 0.25 L/jam 3 Persentase minyak yang dihasilkan 80% 4 Tinggi tabung penampung galendo 51 cm 5 Diameter lubang penampung galendo 30 cm 6 Daya motor listrik 200 Watt 7 Jumlah proses perawatan 2 8 Tebal penutup mesin 31 cm 9 Material besifat anti karat Stainless steel 10 Jumlah proses pembuatan mesin 3 orang Langkah 8 : Mengidentifikasi hubungan antara sesama spesifikasi teknis Apabila antara dua spesifikasi teknis ada hubungan, maka pada perpotongan dua garis diagonal yang menghubungkan kedua spesifikasi diberi simbol-simbol berikut, yang menyatakan intensitas hubungan : Θ = sangan kuat Ο = kuat x = lemah X = sangan lemah 3.3. Perancangan Konsep Dari langkah ini, penulis membuat rancangan konsep mesin. Sasarannya untuk membuat beberapa konsep mesin dari gabungan konsep fungsi dengan menggunakan metode morphology, lalu melakukan evaluasi konsep untuk mendapatkan satu konsep mesin. Adapun tahapan – tahapannya yaitu : 1. Penguraian fungsi 2. Pembuatan konsep untuk setiap fungsi 3. Penggabungan konsep 4. Evaluasi konsep
Komentar
Posting Komentar